LDII Bukan Penyebab Perceraian Marshanda dan BEN - Kenapa perceraian Ben di isu kan karena Ben adalah seorang yang mengkuti Organisasi LDII. BEN Kasyafani digugat cerai oleh Marshanda pada 23 April lalu. Seiring dengan itu, muncul isu yang mengaitkan perceraian tersebut dengan keanggotaan Ben di LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia). Ben dinilai berubah setelah ikut organisasi itu.
"Iya (ikut LDII), terus kenapa? Nggak sesuatu yang salah kan?" tanya balik Ben bernada retoris saat ditemui di Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (2/5/2014).
LDII Bukan Penyebab Perceraian Marshanda dan BEN
Menurut Ben, tak ada yang menyimpang dari organisasi yang diikutinya itu. "Di agama kita diajarin sama keluarga, semua ibadah beragama. Bukan orang yang aneh kok," jelasnya.
"Nggak ada yang ekstrem. Aktivitasnya (tetap) syuting, beribadah, salat sunnah. Nggak ada alasan (ikut LDII) bisa sampai (bikin) cekcok (dengan Marshanda)," lanjutnya.
Ben mengaku masih terkejut sang istri menggugat cerai dirinya. Sidang cerai keduanya akan digelar pada 13 Mei mendatang.
Nah dengan itu kan semua sudah jelas, Ben sudah mengklarifikasi semua nya tentang permasalahan bahwa Marshanda menceraikan ia bukan karena Ben seorang LDII , mungkin ada permasalahan yang memang hanya diketahui mereka berdua. lagia bagaimana jika anda sendiri yang menjadi di posisi nya Ben ? apakah tanggapan anda, tentunya memang sebuah perceraian itu dilakukan karena memang ada permasalahan didalam masing masing. Jangan dikaitkan dengan LDII.
Ben Kasyafani LDII sudah sejak lahir
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengakui jika Ben Kasyafani adalah anggota mereka. Bahkan, Ben sudah ikut organisasi kemasyarakatan tersebut sejak lahir. “Dia sudah ikut LDII sejak lahir, bapaknya kan pengurus,” ungkap humas LDII Pusat, Joko Haryanto saat berbincang dengan Okezone, Minggu (4/5/2014).
Joko melanjutkan, ayah Ben yang dikenalnya bernama Om Babut, sudah sejak lama aktif di LDII. Bahkan, Bahkan, kini orangtua Ben menjadi salah satu ketua pengurus pusat LDII.
Sebelum menikah dengan Marshanda, Ben sudah jadi penyiar dan VJ MTV, tidak pernah ada masalah apa-apa dengan LDII. “Mungkin ada yang tidak suka, terus digembor-gemborkan,” ujarnya. Walau begitu, LDII tidak terganggu dengan isu tersebut. Bagi mereka kabar tersebut merupakan promosi gratis saja. “Ya, bagi kami kayak promosi gratis saja hehe,” katanya.
Jadi Sudah Jelas Bahwa ;
Jadi Sudah Jelas Bahwa ;
LDII Bukan Penyebab Perceraian Marshanda dan Ben Kasyafani
LDIIMetro - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, meminta kepada Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) ikut serta mengawasi proyek pembangunan di daerah masing-masing.
Hal ini sejalan dengan jumlah anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) tersebut yang cukup besar.
Dikatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng kini masih terus mengebut proses pembangunan mencakup infrastruktur, instansi sekolah hingga pembenahan sektor birokrasi. “Maka dari itu, kami minta seluruh elemen masyarakat Jateng khususnya kalangan LDII supaya ikut mengawasi proses pembangunan di setiap daerah,” kata Gubernur di hadapan puluhan ribu jemaah pengajian akbar LDII se eks-Karesidenan Surakarta, di Lapangan Kottabarat, Minggu (24/11) pagi (bukan Minggu malam seperti ditulis sebelumnya-red).
Dukungan untuk program Pemprov tersebut, menurutnya bisa dilakukan dengan ikut serta mengawasi dan memantau pengerjaan seluruh proyek yang ada di daerah. Salah satunya, dengan melaporkan dugaan penyimpangan proyek kepada pihak Pemprov melalui media sosial macam Twitter dan lain sebagainya.
“Para jemaah LDII yang hadir dalam kesempatan kali ini maupun masyarakat Solo lainnya silakan mengakses akun saya di Twitter untuk mengadukan segala jenis indikasi penyimpangan proyek pembangunan,” tegas dia.
Sementara Ketua DPR RI, Marzuki Alie, mengimbau kepada para anggota LDII untuk ikut menjaga kerukunan antar-umat beragama. “Kami minta bersama menjaga kondusivitas keamanan lingkungan. Apalagi, sesuai Sabda Rasullah SAW, sesama ikhwanul muslimin harus meningkatkan toleransi agar umat Islam tidak terpecah belah,” terangnya.
Seksi Lembaga Dakwah LDII Surakarta, Sutiyono, menambahkan, kegiatan ini, juga dihadiri Abdullah Sam, Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia beserta seluruh pengurus lembaga tersebut. “Kami meminta kepada generasi muda lokal untuk meningkatkan karakter dan jiwa kepemimpinan mereka,” ucapnya. Fariz Fardianto.\
Sumber : LDII dan http://joglosemar.co
Hal ini sejalan dengan jumlah anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) tersebut yang cukup besar.
Dikatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng kini masih terus mengebut proses pembangunan mencakup infrastruktur, instansi sekolah hingga pembenahan sektor birokrasi. “Maka dari itu, kami minta seluruh elemen masyarakat Jateng khususnya kalangan LDII supaya ikut mengawasi proses pembangunan di setiap daerah,” kata Gubernur di hadapan puluhan ribu jemaah pengajian akbar LDII se eks-Karesidenan Surakarta, di Lapangan Kottabarat, Minggu (24/11) pagi (bukan Minggu malam seperti ditulis sebelumnya-red).
Dukungan untuk program Pemprov tersebut, menurutnya bisa dilakukan dengan ikut serta mengawasi dan memantau pengerjaan seluruh proyek yang ada di daerah. Salah satunya, dengan melaporkan dugaan penyimpangan proyek kepada pihak Pemprov melalui media sosial macam Twitter dan lain sebagainya.
“Para jemaah LDII yang hadir dalam kesempatan kali ini maupun masyarakat Solo lainnya silakan mengakses akun saya di Twitter untuk mengadukan segala jenis indikasi penyimpangan proyek pembangunan,” tegas dia.
Sementara Ketua DPR RI, Marzuki Alie, mengimbau kepada para anggota LDII untuk ikut menjaga kerukunan antar-umat beragama. “Kami minta bersama menjaga kondusivitas keamanan lingkungan. Apalagi, sesuai Sabda Rasullah SAW, sesama ikhwanul muslimin harus meningkatkan toleransi agar umat Islam tidak terpecah belah,” terangnya.
Seksi Lembaga Dakwah LDII Surakarta, Sutiyono, menambahkan, kegiatan ini, juga dihadiri Abdullah Sam, Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia beserta seluruh pengurus lembaga tersebut. “Kami meminta kepada generasi muda lokal untuk meningkatkan karakter dan jiwa kepemimpinan mereka,” ucapnya. Fariz Fardianto.\
Sumber : LDII dan http://joglosemar.co
Sifat perjuangan pada Bangsa Indonesia - Perjuangan Bangsa Indonesia bersifat kedaerahan ( 1602-1908 ). Pada masa penjajahan VOC dan penjajahan Hindia Belanda
sampai dengan 1908 perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mengusir penjajah
masih bersifat kedaerahan, masing-masing daerah hamper tak ada koordinasi, di
sebabkan beberapa hal;
Tiap daerah merasa sebuah Negara yang berdiri sendiri. Upaya politik Devide et Impare ( pecah belah dan menguasai ) penjajahan colonial. Pada daerah-daerah itu sendiri banyak masalah intern pemerintahan yang memungkinkan terjadinya kemelut dalam negeri ( perebutan kekuasaan dan sebagainya ).
Pada saat itu dikenal para pahlawan bangsa Indonesia dalam berbagai perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah VOC dan hindia belanda :
- 1635 – Iskandar Muda ( Aceh )
- 1645 – sultan Agung ( Mataram Jogjakarta )
- 1650 – Sultan Ageng Tirtayasa dan Ki. Tapa ( Banten )
- 1660 – Hasanudin ( Makasar )
- 1670 – Untung Surapati dan Trunojoyo ( jawa timur )
- 1680 – Ibnu Iskandar ( Minangkabau )
- 1817 – Pattimura ( Maluku )
- 1817 – Badarudin ( Palembang )
- 1822 - Imam Bonjol ( Minangkabau ) – 1837
- 1825 – Diponegoro ( Mataram Jogjakarta ) – 1830
- 1850 – Jelantik ( Bali )
- 1860 – Pangeran Antasari ( Kalimantan )
- 1873 – Teuku Umar, Teuku Cik Ditiro dan Cut Nyak Din ( Aceh )
- 1895 – Anak Agung Made ( Lombok )
- 1900 – Sisingamangaraja XII ( Batak )
- Pada tanggal 20 mei 1908 didirikan Budi Utomo yang selain bergerak di bidang pendidikan, merupakan cara baru dalam perjuangan bangsa Indonesia di bidang pergerakan politik. Pemuda-pemuda angkatan 1908 adalah antara lain : Pelajar Stovia ( Sekolah dokter pribumi ), sutomo, gunawan, cipto mangunkusumo dan lain-lain dalam bimbingan Dr. Wahidin Sudirohusodo.
- Dengan lahirnya budi utomo diikuti berdirinya organisasi pergerakan kebangsaan yang lain yaitu : Serikat Dagang Islam ( SDI ), Serikat Islam ( SI ), Indische Partij, Serikat Sunda, Kaum Betawi, Serikat Sumatra, Serikat Minahasa dan lain-lain, sehingga pada tanggal 20 mei 1908 kemudian ditetapkan sebagai hari kebangkitan nasional atau kebangkitan kebangsaan Indonesia.
- Selain serikat-serikat yang didirikan para orang tua juga berdiri organsasi kepemudaan yang masih bersifat kedaerahan yang menjadi embrio perjuangan bersifat nasional yaitu : Jong Java, Jong Sumatranen, Jong Bataks Bon, Jong Celebes, Jong Ambon, Sekar Rumpun Sunda, Pemuda Kaum Betawi dan lain-lain, sebuah organisasi kepemudaan Indonesia yang berada di negeri belanda yaitu perhimpunan Indonesia ( 1922 ), perhimpunan pelajar-pelajar Indonesia ( PPPI ) di Jakarta ( 1926 ) dan pemuda Indonesia berpusat di bandung ( 1927 ).
- Pada tanggal 28 oktober 1928 terselenggara konggres Sumpah Pemuda dengan pengurus terdiri Sugondo Joyopuspito, Joko Mursaid, Mochammad Yamin, Senduk, J. Leimena, Rochyani dan lain-lain di jl. Kramat raya no.106 jakarta, yang berisi pengakuan : satu nusa, satu bangsa, satu bahasa ialah Indonesia. Pada penutupan konggres WR. Supratman dengan iringan biolanya mempersembahkan lagu Indonesia raya.
- Selanjutnya pergerakan perjuangan bangsa Indonesia dalam memerdekakan dirinya terus meningkat berkembang dengan berbagai pemikiran yang mempengaruhi baik perkembangan di dalam negeri maupun perkembangan politik di luar negeri hingga jatuhnya pemerintahan hindia belanda kepada jepang. Pada zaman jepang pergerakan bangsa Indonesia sudah lebih mantap secara nasional hingga terbentuk badan persiapan dalam menyongsong kemerdekaan yang bersifat nasional.
Perjuangan fisik dan non fisik
Pengalaman bangsa Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan sungguh sangat dalam. Semula perjuangan melawan penjajah, baik itu pada zaman V.O.C. maupun hindia belanda selalu lebih dititik beratkan pada perjuangan secara fisik, mengumpulkan orang dipersenjatai dilatih bela diri lalu menyerang.
Pengalaman bangsa Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan sungguh sangat dalam. Semula perjuangan melawan penjajah, baik itu pada zaman V.O.C. maupun hindia belanda selalu lebih dititik beratkan pada perjuangan secara fisik, mengumpulkan orang dipersenjatai dilatih bela diri lalu menyerang.
Pada saat berjuang melawan penjajah jepang dan perang kemerdekaan, perjuangan bersifat fisik demikian itu juga terus dilaksanakan bahkan dengan ilmu kemiliteran modern. Taktik dan strategi disusun terlebih dahulu secara matang sesuai dengan ilmunya, orang dibagi-bagi tugas yang jelas, ada pengatur perang dan ada tukang perang, perjuangan fisik demikian terus ditingkatkan.
Disamping perjuangan secar fisik tersebut di atas, bangsa Indonesia juga bergerak secara non fisik, antara lain secara politik, ekonomi dan lain sebagainya yang tidak bersifat pertempuran terbuka. Pemuda Indonesia yang ada pada saat itu menerima pendidikan barat, banyak berkecimpung dalam perjuangan secara non fisik antara lain : Dr. Wahidin Sudirohusodo, melalui pendidikan, Ir. Soekarno dan Moch. Hatta melalui politik dan sebagainya. Perjuangan bersifat non fisik ini juga sering di sebut perjuangan secara kooperatif ( kerja sama ), adapun secara fisik atau militer disebut juga perjuangan non kooperatif.
DPP LDII Meminta Warganya Agar Tidak Golput - Ketua DPP LDII Chriswanto Santoso mengingatkan agar seluruh warga LDII tidak golput, “Tak terkecuali anak muda bahkan pemilih pemula juga harus menggunakan hak pilihnya,” ujar Chriswanto. Dia tak menafikkan bahwa golput adalah hak asasi, namun dengan golput sama halnya menyerahkan pengurus negeri ini kepada mereka yang tak berkualitas.
Dengan menggunakan hak pilih, bangsa Indonesia dapat menekan efek politik transaksional. “Karena mereka yang memiliki kesadaran politik, akan memilih calon yang berkualitas. Sebaliknya bila Anda golput, maka memberi kesempatan kepada calon yang tak berkualitas yang menang, karena mereka mampu membeli suara,” ujar Chriswanto. Akhirnya, Pemilu hanya menghasilkan keterpilihan wakil rakyat, bukan keterwakilan.
Chriswanto mengingatkan idealisme anak muda tidak cukup disimpan dengan mendiamkan keadaan, namun harus diwujudkan dengan memilih pemimpin atau wakil rakyat sesuai dengan ideologi atau kata hati, “Anak muda tak boleh diam, tapi melaksanakan idealismenya dengan praktik, salah satunya memilih dalam Pemilu,” tegas Chriswanto. Menurutnya golput sama halnya menyuburkan praktik transaksional dalam Pemilu.
Warga LDII yang tak menggunakan hak pilihnya, adalah warga negara yang tak bertanggung jawab. Bahkan golput lebih banyak mudarat dibanding manfaatnya. Chriswanto meminta, agar warga LDII melaksanakan proses Pemilu dengan bijak, arif, dan berbudi luhur untuk pengabdian kepada bangsa dan negara. Lantas bagaimana kriteria wakil rakyat dan pemimpin yang ideal?
“Pilihlah mereka yang mampu dan mau mewakili kita untuk lima tahun ke depan,” ujar Chriswanto. Selanjutnya, dia harus jujur, amanah, berakhlak baik, dan memiliki kompetensi untuk membangun bangsa dan negara. Terutama, merespons dengan cepat segala masalah bangsa, tutup Chriswanto.
Dengan menggunakan hak pilih, bangsa Indonesia dapat menekan efek politik transaksional. “Karena mereka yang memiliki kesadaran politik, akan memilih calon yang berkualitas. Sebaliknya bila Anda golput, maka memberi kesempatan kepada calon yang tak berkualitas yang menang, karena mereka mampu membeli suara,” ujar Chriswanto. Akhirnya, Pemilu hanya menghasilkan keterpilihan wakil rakyat, bukan keterwakilan.
Chriswanto mengingatkan idealisme anak muda tidak cukup disimpan dengan mendiamkan keadaan, namun harus diwujudkan dengan memilih pemimpin atau wakil rakyat sesuai dengan ideologi atau kata hati, “Anak muda tak boleh diam, tapi melaksanakan idealismenya dengan praktik, salah satunya memilih dalam Pemilu,” tegas Chriswanto. Menurutnya golput sama halnya menyuburkan praktik transaksional dalam Pemilu.
Warga LDII yang tak menggunakan hak pilihnya, adalah warga negara yang tak bertanggung jawab. Bahkan golput lebih banyak mudarat dibanding manfaatnya. Chriswanto meminta, agar warga LDII melaksanakan proses Pemilu dengan bijak, arif, dan berbudi luhur untuk pengabdian kepada bangsa dan negara. Lantas bagaimana kriteria wakil rakyat dan pemimpin yang ideal?
“Pilihlah mereka yang mampu dan mau mewakili kita untuk lima tahun ke depan,” ujar Chriswanto. Selanjutnya, dia harus jujur, amanah, berakhlak baik, dan memiliki kompetensi untuk membangun bangsa dan negara. Terutama, merespons dengan cepat segala masalah bangsa, tutup Chriswanto.
LDII Berdakwah Lewat Media Online yang Berupa Tulisan - LDII akan menyiapkan rencana yang mana bahwa LDII akan mempunyai target setiap provinsi terhubung dalam satu jaringan pemberitaan, LDII News Network. Ini akan menjadi hebat jika semua warga LDII disetiap provinsi mempunyai sebuah Website yang berisikan Dakwah-Dakwah Islam.
Pemikiran bahwa umat Islam butuh bacaan yang informatif, menyejukkan, dan tentu saja meningkatkan kualitas kehidupan beragama. Pemikiran DPP LDII untuk memberdayakan internet sebagai alat untuk berdakwah dan menyebarkan berita yang positif mengenai umat Islam, disambut DPD LDII Kota Bogor, “Kami ingin melakukan kaderisasi dalam bidang penulisan, agar DPD LDII Kota Bogor mampu memberi sumbangsih dalam bentuk informasi kepada umat Islam. Kami berharap tulisan-tulisan itu mampu memberi solusi berbagai problema yang dihadapi bangsa,” ujar Ketua Panitia Workshop Jurnalistik Frediansyah Firdaus.
Informasi di internet sangat mempengaruhi prilaku pembacanya. Tanpa isi yang mendidik, informasi dalam dunia maya dapat menciptakan ketegangan sosial di alam nyata.
Pertumbuhan internet Indonesia cukup mencengangkan. Data dari Google Indonesia menyebut pengguna internet di Indonesia mencapai 82 juta orang pada 2012 lalu. Pertumbuhannya mencapai 10-15 persen per tahun. Pertumbuhan ini disokong keberadaan ponsel cerdas, yang membuat orang mengakses internet dari telapak tangan.
“Persoalan lalu muncul, tak semua konten internet itu sehat. Media massa Islam harusnya menjadi penyejuk, justru malah menebar kebencian satu sama lain. Yang dibutuhkan umat Islam adalah inovasi, bagaimana meningkatkan kesejahteraan, menyatukan umat, dan tentu saja bagaimana tuntunan beribadah yang berhubungan dengan Allah dan sesama manusia. Bukan cara membuat bom atau membenci sesama umat Islam,” papar Ludhy Cahyana dari Departemen Komunikasi, Informasi, dan Media Massa DPP LDII.
Pertumbuhan internet Indonesia cukup mencengangkan. Data dari Google Indonesia menyebut pengguna internet di Indonesia mencapai 82 juta orang pada 2012 lalu. Pertumbuhannya mencapai 10-15 persen per tahun. Pertumbuhan ini disokong keberadaan ponsel cerdas, yang membuat orang mengakses internet dari telapak tangan.
“Persoalan lalu muncul, tak semua konten internet itu sehat. Media massa Islam harusnya menjadi penyejuk, justru malah menebar kebencian satu sama lain. Yang dibutuhkan umat Islam adalah inovasi, bagaimana meningkatkan kesejahteraan, menyatukan umat, dan tentu saja bagaimana tuntunan beribadah yang berhubungan dengan Allah dan sesama manusia. Bukan cara membuat bom atau membenci sesama umat Islam,” papar Ludhy Cahyana dari Departemen Komunikasi, Informasi, dan Media Massa DPP LDII.
Pelatihan jurnalistik yang dilaksanakan di Pesantren Nurul Iman itu, diikuti sekitar 30 pemuda pemudi yang mayoritas mahasiswa. Acara yang dihelat pada 29 September 2013 dibuka langsung oleh Ketua DPP LDII Prof Dr Ir Sudarsono, Msc, selaku Pembina muda-mudi wilayah Kota Bogor. Menurut Sudarsono tulisan merupakan cara dakwah dan beramal yang efektif. “Menulis mengenai kebaikan yang bermanfaat bagi umat manusia, dapat mengubah kehidupan menjadi lebih baik. Itu menjadi pahala dan kebaikan bagi penulisnya,” ujar Sudarsono yang juga Guru Besar Institut Pertanian Bogor.
Sudarsono menuturkan, kebaikan akan dibalas kebaikan, “Di akhirat Anda bisa jadi terkaget-kaget dengan besarnya pahala dari Allah SWT. Padahal Anda tak merasa pernah melakukan amal yang luar biasa. Ternyata pahala itu berasal dari tulisan Anda yang mengajak kebaikan terhadap orang lain,” ujar Sudarsono. Pahala itu datang, lantaran amal orang lain yang melakukan kebaikan, begitu nasehat Sudarsono di depan para peserta jurnalistik.
Workshop jurnalistik yang dihelat DPD LDII Kota Bogor, lebih menekankan praktik. “Saya mengajarkan teknik penulisan berita straight news dan teknik wawancara. Harapannya peserta bisa menulis dengan cepat. Ke depan, pasti terus diadakan bimbingan, pelatihan, dan evaluasi agar kian terampil dalam melakukan peliputan dan penulisan,” ujar Ludhy Cahyana.
Pelatihan jurnalistik sangat strategis bagi dakwah LDII ke depan. Pertumbuhan pengguna internet yang cepat harus diikuti strategi dan teknik berdakwah yang tidak lagi konvensional. Dakwah harus kian menarik dan interaktif, begitu keyakinan DPP LDII. “Dengan jumlah DPW LDII di 33 provinsi plus 1 provinsi persiapan Kalimantan Utara, DPP LDII ingin membentuk sebuah jaringan berita raksasa di ratusan kabupaten di seluruh Indonesia,” ujar Ketua DPP LDII Hidayat Nahwi Rasul.
Sudarsono menuturkan, kebaikan akan dibalas kebaikan, “Di akhirat Anda bisa jadi terkaget-kaget dengan besarnya pahala dari Allah SWT. Padahal Anda tak merasa pernah melakukan amal yang luar biasa. Ternyata pahala itu berasal dari tulisan Anda yang mengajak kebaikan terhadap orang lain,” ujar Sudarsono. Pahala itu datang, lantaran amal orang lain yang melakukan kebaikan, begitu nasehat Sudarsono di depan para peserta jurnalistik.
Workshop jurnalistik yang dihelat DPD LDII Kota Bogor, lebih menekankan praktik. “Saya mengajarkan teknik penulisan berita straight news dan teknik wawancara. Harapannya peserta bisa menulis dengan cepat. Ke depan, pasti terus diadakan bimbingan, pelatihan, dan evaluasi agar kian terampil dalam melakukan peliputan dan penulisan,” ujar Ludhy Cahyana.
Pelatihan jurnalistik sangat strategis bagi dakwah LDII ke depan. Pertumbuhan pengguna internet yang cepat harus diikuti strategi dan teknik berdakwah yang tidak lagi konvensional. Dakwah harus kian menarik dan interaktif, begitu keyakinan DPP LDII. “Dengan jumlah DPW LDII di 33 provinsi plus 1 provinsi persiapan Kalimantan Utara, DPP LDII ingin membentuk sebuah jaringan berita raksasa di ratusan kabupaten di seluruh Indonesia,” ujar Ketua DPP LDII Hidayat Nahwi Rasul.
Islam LDII, Sejatinya Semua Ajaran Islam Itu Sama - Islam LDII, LDII merupakan Lembaga Dakwah Islam Indonesia. Merupakan organisasi kemasyarakatan yang independen, resmi dan legal yang mengikuti ketentuan UU No. 8 tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan, Pasal 9, ayat (2), tanggal 4 April 1986 (Lembaran Negara RI 1986 nomor 24), serta pelaksanaannya meliputi PP No. 18 tahun 1986 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 5 tahun 1986 dan Aturan hukum lainnya. LDII, memiliki Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), Program Kerja dan Pengurus mulai dari tingkat Pusat sampai dengan tingkat Desa. LDII sudah tercatat di Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbang & Linmas) Departemen Dalam Negeri. LDII merupakan bagian komponen Bangsa Indonesia yang berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Pancasila dan UUD 45.
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berdiri sesuai dengan cita-cita para ulama perintisnya yaitu sebagai wadah umat Islam untuk mempelajari, mengamalkan dan menyebarkan ajaran Islam secara murni berdasarkan Alquran dan Hadis, dengan latar belakang budaya masyarakat Indonesia, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.
Islam LDII
Metode pengajaran Islam LDII pun sama saja dengan yang lain, LDII menggunakan metode pengajian tradisional, yaitu guru-guru yang berasal dari beberapa alumni pondok pesantren kenamaan, seperti: Pondok Pesantren Gontor di Ponorogo, Tebu Ireng di Jombang, Kebarongan di Banyuwangi, Langitan di Tuban, dll. Mereka bersama-sama mempelajari ataupun bermusyawaroh beberapa waktu terlebih dahulu sebelum menyampaikan pelajaran dari Alquran dan Hadis kepada para jama’ah pengajian rutin atau kepada para santriwan dan santriwati di pondok-pondok LDII, untuk menjaga supaya tidak terjadi kekeliruan dalam memberikan penjelasan tentang pemahaman Alquran dan Hadis. Kemudian guru mengajar murid secara langsung ( manquul ) baik bacaan, makna (diterjemahkan secara harfiyah), dan keterangan, dan untuk bacaan Alquran memakai ketentuan tajwid.
Apakah yang Dimaksud dengan “Manquul?” “Manquul” berasal dari bahasa Arab, yaitu “Naqola-Yanqulu”, yang artinya “pindah”. Maka ilmu yang manquul adalah ilmu yang dipindahkan / transfer dari guru kepada murid. Dengan kata lain, Manqul artinya berguru, yaitu terjadinya pemindahan ilmu dari guru kepada murid. Dasarnya adalah sabda Nabi Muhammad dalam Hadis Abu Daud, yang berbunyi:
Yang artinya: “Kamu sekalian mendengarkan dan didengarkan dari kamu sekalian dan didengar dari orang yang mendengarkan dari kamu sekalian”.
Dalam pelajaran tafsir, “Tafsir Manquul” berarti mentafsirkan suatu ayat Alquran dengan ayat Alquran lainnya, mentafsirkan ayat Alquran dengan Hadis, atau mentafsirkan Alquran dengan fatwa shohabat. Dalam ilmu Hadis, “manquul” berarti belajar Hadis dari guru yang mempunyai isnad (sandaran guru) sampai kepada Nabi Muhammad. Dasarnya adalah ucapan Abdulloh bin Mubarok dalam Muqoddimah Hadis Muslim, yang berbunyi: Yang artinya: “Isnad itu termasuk agama, seandainya tidak ada isnad niscaya orang akan berkata menurut sekehendaknya sendiri”.
Dengan mengaji yang benar yakni dengan cara manqul, musnad dan mutashil (persambungan dari guru ke guru berikutnya sampai kepada shohabat dan sampai kepada Nabi Muhammad), maka secepatnya kita dapat menguasai ilmu Alquran dan Hadis dengan mudah dan benar. Dengan demikian, kita segera dapat mengamalkan apa yang terkandung di dalam Alquran dan hadis sebagai pedoman ibadah kita. Dan sudah barang tentu penafsiran Alquran harus mengikuti apa yang telah ditafsirkan oleh Nabi Muhammad.
Islam LDII
Jadi apa yang terlintas di fikiran anda kalau masih menganggap LDII Aliran Sesat, maka buang jauh-jauh lah anggapan seperti itu, dalam ajaran Islam, memecah belah agama/golongan itu tidak baik hukumnya. Itu sudah jelas, jadi jangan pernah beranggapan bahwa LDII itu aliran sesat. Oke...
Mengungkap Kesesatan LDII - LDII Sesat dan LDII Bukan Termasuk Aliran Sesat, Sudah dijelaskan didalam LDII Kediri bahwa Pernyataan dalam betuk tulisan, suara, maupun record tentang kesesatan ldii itu semua tidak benar, bahkan itu adalah pernyataan yang menghasut dan sesat menyesatkan serta adu domba sesama muslim, sebab yang membuat pernyataan tersebut adalah orang yang notabenenya adalah orang islam itu sendiri. Jika mendapati hal tersebut segera di laporkan agar ada tabayun, jangan sampai yang belum tahu tentang ldii terpengaruh dengan hasutan tersebut. Di sini di jelaskan lagi bahwa :
Ldii bukan penerus ajaran islam jamaah dan tidak ada hubunganya dengan islam jamaah, tidak menganut sistem keamiran, tidak menganggap kafir atau najis orang lain, mau bekerja sama dengan ormas lain, tidak bersifat ekslusif ( tertutup ) tetapi terbuka.
Jadi surat keputusan kejaksaan agung tentang pelarangan terhadap islam jamaah itu tidak di alamatkan pada lemkari atau ldii, lemkari atau ldii tidak berhubungan dengan islam jamaah. Tidak menganut sistem keamiran akan tetapi memakai sistem ketua umum dan struktur organisasi di tingkat pusat sampai desa, DPP, DPW, DPD Kab/Kota, PC dan PAC. Tidak menganggap kafir atau najis orang lain, dengan latar belakang yang beragam tidak menganggap benar sendiri atau mengkafirkan orang lain dan tetap menghormati penganut ajaran lain serta mengajak dengan baik dan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Sebagaimana yang di contohkan oleh rasululllah, rasulullah sendiri tetap menghormat kepada pamanya dan masih bergaul dengan baik.
Ldii bekerja sama dengan ormas atau lembaga lain dan tidak tertutup, banyak sekali interaksi dengan ormas ataupun lembaga lain dan berjalan lancar, dari tingkat pusat ( DPP ) sampai desa ( PAC) contoh bertukar pendapat dengan muhammadiyah, menjadi amirul haj bersama-sama dengan menteri agama pada tahun 2012, mengadakan pelatihan rukyah hilal bekerja sama dengan kementerian agama serta masih banyak lagi kegiatan kerjasama dengan ormas lain, dan kemarin ldii jawa timur menggelar diklat dakwah yang bekerja sama dengan IAIN Sunan Ampel Surabaya yang melibatkan para dai-dai ldii se-jawa timur.
Berikut ini materi dan jadwal Diklat Dakwah LDII
Para pemateri Diklat Dakwah ldii adalah orang-orang yang berkompeten dalam bidangnya.
Peran Dakwah IAIN tentang Pemberdayaan Masyarakat
- Prof. Dr. KH. Abd. A’la, M.Ag. ( Rektor IAIN SA )
Retorika Dakwah Kontekstual
- Prof. Dr. KH. Ali Aziz, M.Ag. ( Pembina Badan BAZ Jawa Timur )
Dialektika Dakwah Tansformatif dalam Bingkai Wawasan Kebangsaan
- Dr. H. Sahid HM, M.Ag. ( Dekan Fak. Syariah IAIN Sunan Ampel )
Manajemen Dakwah Berbasis Masjid
- Prof. Dr. H. Aswadi, M.Ag. ( Dekan Fak. Dakwah IAIN Sunan Ampel )
Fiqh Peradaban dalam Lintasan Sejarah
- Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni, M.A. ( Ketua PP Muhammadiyah )
Dakwah dengan Pendekatan Fiqh
- Prof. Dr. KH. Faishal Haq, M.Ag. ( Pengasuh Ponpes Al-Hikmah )
Peran Kemenag dalam Pengembangan Dakwah di Jatim
- Drs.H.Fachrur Rozi, MHI. ( Kabid Penais dan Zawa Kemenag Jatim )
Aktualisasi Dakwah Rasulullah dalam Kehidupan Kontemporer
- Drs. KH. Ilhamullah Sumarkan, M.Ag. ( Ketua PW LDNU Jawa Timur )
Fatwa MUI Sebagai Proses Sosialisasi Fiqh dan Dakwah
- Drs. KH. Abd. Shamad Bukhari. ( Ketua Umum MUI Jawa Timur )
Dakwah dengan Pendekatan Sosial Ekonomi
- Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc. ( Ketua DPW LDII Jatim )
Kesesatan LDII Dalam Ibadah
Bukti kesesatan ldii dalam bentuk ibadah baik mahdoh maupun ghoiru mahdhoh tidak ada. Dalam ibadah warga ldii selalu mendasarkan pada dalil-dalil syar’i. Bahkan aktifitas warga ldii dalam pengajian-pengajian ldii seluruh Indonesia sangat padat, dari tingkat pusat DPP , DPW , DPD , PC , PAC , mulai dari usia paud sampai manula, contohnya pengajian paud hampir tiap pagi atau sore, pengajian caberawit hampir tiap sore, pengajian pra remaja, pengajian remaja, pengajian muda-mudi itu semua volumenya sangat padat sekali, belum lagi pengajian ibu-ibu, pengajian bapak-bapak dan pengajian umum jadi kesempatan warga ldii mendalami ilmu agama sangat luas sekali.
Warga ldii tidak ngepel rumah atau masjid ketika ldii dapat tamu. Itu salah besar kalau tidak percaya coba buktikan saja bertamu kerumah atau masjid-masjid ldii tidak ada kejadian seperti itu, kalaupun iya itu jadwal di pel, karena masjid-masjid ldii juga ada jadwal ngepel, di tempat saya sendiri waktu ngepel masjid itu hampir sebelum shalat 5 waktu, belum lagi ini musim hujan jadi sering sekali ngepel masjid.
Apakah warga ldii tidak mau bermakmum kepada orang lain ?
Itu tidak benar, penetapan imam dalam shalat, ldii mengikuti tuntunan dari rasulullah SAW : ” Yang paling berhak mengimami kaum adalah yang paling mahir di dalam membaca al-quran, jika dalam hal ini sama maka yang paling dahulu hijrahnya, jika dalam hal ini sama maka yang paling banyak mengetahui sunnahnya, jika dalam hal ini mereka sama maka yang paling tua usianya ” . Contoh nyata pada saat ibadah haji. Di makkah warga ldii sholat di belakang imam masjidil haram. Di mandinah warga ldii sholat di belakang imam masjid nabawi, dan di masjid-masjid lainya.
LDII Bukan Termasuk Aliran Sesat
Apakah LDII Termasuk Aliran Sesat ?
Jawab: TIDAK! Berdasarkan Keputusan MUI tentang Pedoman Identifikasi Aliran Sesat MUI tanggal 25 Syawal 1428 / 6 November 2007 tentang:
10 KRITERIA ALIRAN SESAT :
Jawab: TIDAK! Berdasarkan Keputusan MUI tentang Pedoman Identifikasi Aliran Sesat MUI tanggal 25 Syawal 1428 / 6 November 2007 tentang:
10 KRITERIA ALIRAN SESAT :
- Mengingkari salah satu dari RUKUN IMAN yang 6: iman kepada Alloh, , Malaikat, Kitab, Rosul & Hari Akhir, kepada Qodlo & Qodar, dan RUKUN ISLAM yang 5: Syahadat, Sholat, Zakat, Puasa, Haji
- Meyakini dan/atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan dalil SYAR’I (Al-Quran & As-Sunnah)
- Meyakini turunnya wahyu setelah Al-Quran
- Mengingkari otentisitas dan/atau kebenaran isi Al-Quran
- Melakukan penafsiran Al-Quran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir
- Mengingkari kedudukan hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam
- Menghina, melecehkan dan/atau merendahkan para Nabi dan Rosul
- Mengingkaari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi & Rasul terakhir
- Merubah, menambah dan/atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh Syariah seperti haji tidak ke Baitulloh, shalat fardlu tidak 5 waktu
- Mengkafirkan sesama Muslim tanpa Syar’I seperti mengkafirkan Muslim hanya karena bukan kelompoknya.
LDII menyatakan “TIDAK” atas ke 10 Kriteria itu
MAKA:
Maka untuk pertanyaan Apakah LDII termasuk Aliran Sesat?
LDII TIDAK TERMASUK ALIRAN SESAT..!!!
Jadi,
LDII Menyepakati 1 Dzulhijah Jatuh 6 Oktober 2013 - LDII.or.id, LDII dan ormas Islam lainnya bersepakat dengan Kementerian Agama, bahwa 10 Dzulhijah jatu pada 15 Oktober. Artinya pada tanggal itu, seluruh umat Islam di Indonesia melaksanakan Hari Raya Idul Adha.
Pertimbangan yang diambil Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Abdul Djamil adalah beberapa daerah telah melaporkan penampakan di beberapa titik pemantauan rukyat di Indonesia dan pemaparan tim hisab Kemenag sudah sesuai dengan kriteria penetapan awal bulan Hijriah, yakni kriteria Imkanur rukyat dua derajat.
Hasil pengamatan atau rukyat ini memperkuat perhitungan kalender atau hisab yang dilakukan sebelumnya. Tim pemantau hilal LDII Di Pelabuhan Ratu misalnya, melaporkan tinggi hilal hasil perhitungan adalah 3,30 derajat dengan usia 10 jam 12 menit 36 detik. Menurut Abdul Djamil mengatakan hasil rukyat dan hisab ini sudah melampaui kriteria yakni tinggi hilal 2 derajat dan umur bulan 8 jam.
"Atas dasar perhitungan hisab lebih dari 2 derajat sudut elongasi lebih dari 3 derajat dan umur bulan lebih dari 8 jam serta pantauan rukyat yang berhasil melihat hilal, maka kami diputuskan awal Dzulhijah jatuh pada Ahad 6 Oktober 2013 dan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Selasa 15 Oktober 2013," ungkapnya.
Berbeda dengan awal Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 1 Syawal. Jatuhnya Hari Raya Idul Adha pada Selasa 15 Oktober 2013 adalah karena perhitungan Hari Raya Idul Adha jatuh pada 10 Dzulhijah atau sepuluh hari setelah awal Dzulhijah ditetapkan. Penetapan Hari Raya Idul Adha pada 15 Oktober juga disepakati oleh Malaysia, Brunei, dan Singapura.
Sebelumnya Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Mukhtar Ali mengatakan, sesuai perhitungan hisab, Ijtimak jatuh pada sabtu 5 oktober 2013 karena posisi hilal pada 4 derajat. Sedangkan dari pengamatan rukyat, di lokasi rukyat di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara hilal terlihat oleh para saksi yang telah diambil sumpahnya.
Dengan penetapan awal bulan Dzulhijah 1434 H ini, dia mengatakan hasil penetapan Itsbat sudah sesuai dengan ijtimak dari beberapa kalender ormas Islam seperti LDII, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Persis.
Pertimbangan yang diambil Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Abdul Djamil adalah beberapa daerah telah melaporkan penampakan di beberapa titik pemantauan rukyat di Indonesia dan pemaparan tim hisab Kemenag sudah sesuai dengan kriteria penetapan awal bulan Hijriah, yakni kriteria Imkanur rukyat dua derajat.
Hasil pengamatan atau rukyat ini memperkuat perhitungan kalender atau hisab yang dilakukan sebelumnya. Tim pemantau hilal LDII Di Pelabuhan Ratu misalnya, melaporkan tinggi hilal hasil perhitungan adalah 3,30 derajat dengan usia 10 jam 12 menit 36 detik. Menurut Abdul Djamil mengatakan hasil rukyat dan hisab ini sudah melampaui kriteria yakni tinggi hilal 2 derajat dan umur bulan 8 jam.
"Atas dasar perhitungan hisab lebih dari 2 derajat sudut elongasi lebih dari 3 derajat dan umur bulan lebih dari 8 jam serta pantauan rukyat yang berhasil melihat hilal, maka kami diputuskan awal Dzulhijah jatuh pada Ahad 6 Oktober 2013 dan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Selasa 15 Oktober 2013," ungkapnya.
Berbeda dengan awal Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 1 Syawal. Jatuhnya Hari Raya Idul Adha pada Selasa 15 Oktober 2013 adalah karena perhitungan Hari Raya Idul Adha jatuh pada 10 Dzulhijah atau sepuluh hari setelah awal Dzulhijah ditetapkan. Penetapan Hari Raya Idul Adha pada 15 Oktober juga disepakati oleh Malaysia, Brunei, dan Singapura.
Sebelumnya Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Mukhtar Ali mengatakan, sesuai perhitungan hisab, Ijtimak jatuh pada sabtu 5 oktober 2013 karena posisi hilal pada 4 derajat. Sedangkan dari pengamatan rukyat, di lokasi rukyat di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara hilal terlihat oleh para saksi yang telah diambil sumpahnya.
Dengan penetapan awal bulan Dzulhijah 1434 H ini, dia mengatakan hasil penetapan Itsbat sudah sesuai dengan ijtimak dari beberapa kalender ormas Islam seperti LDII, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Persis.
Sidang isbat penentuan Hari raya Idul Adha ini dihadiri oleh para ahli astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), melibatkan tim hisab dan rukyat dari masyarakat dan ormas Islam seperti LDII, Nahdlatul Ulama, dan beberapa ormas islam lainnya. LDII mengutus anggota dewan pakar Yurinaldy Msi dan anggota Pendidikan Agama dan Dakwah DPP LDII Dwi Pramono.
Menurut Yurinaldy, LDII tidak hanya sekedar datang memenuhi undangan saja tetapi tetapi ikut peran aktif dalam proses penentuan hilalnya, “LDII menerjunkan satu tim yang ditempatkan di Anyer, Provinsi Banten untuk pengamatan,” ujar Yurinaldy. Ini merupakan tahun kedua LDII diundang dalam penentuan awal Dzulhijah.
Menurut Yurinaldy, LDII tidak hanya sekedar datang memenuhi undangan saja tetapi tetapi ikut peran aktif dalam proses penentuan hilalnya, “LDII menerjunkan satu tim yang ditempatkan di Anyer, Provinsi Banten untuk pengamatan,” ujar Yurinaldy. Ini merupakan tahun kedua LDII diundang dalam penentuan awal Dzulhijah.
10 FATWA MUI PUSAT TENTANG KRITERIA ALIRAN SESAT - Ini merupakan 10 Kriteria Aliran Sesat Fatwa MUI Pusat, dan LDII tidak termasuk dalam 10 Kriteria tersebut. Jadi janga pernag berperasangaka kalau LDII itu Sesat. Mari kita bahas dari ke 10 FATWA MUI Pusat Tentang Kriteria Aliran Sesat , Pada tanggal 6 November 2007 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengeluarkan Fatwa tentang 10 Kriteria Aliran Sesat sebagai pedoman identifikasi aliran sesat, pedoman yang dikemukakan dalam penutupan rakernas MUI di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (6/11/2007) yaitu :
- Mengingkari rukun Iman & Rukun Islam
- Mengakui & atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syariat (AlQuran & As-Sunnah)
- Meyakini turunnya wahyu setelah Al-Quran
- Mengingkari otensitas & atau kebenaran isi Al-Quran
- Melakukan penafsiran Alquran yg tidak berdasar kaidah tafsir
- Mengingkari kedudukan Hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam
- Melecehkan atau merendahkan para Nabi & Rosul
- Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir
- Merubah,menambah & mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syar’i, spt haji tidak ke Baitullah, shalat fardhu tidak 5 waktu
- Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar’i, seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya.
LDII Bukan Termasuk Aliran Sesat - Kesesatan LDII itu tidak BENAR ! Mana Buktinya jika LDII itu termasuk Aliran Sesat , jika tidak bisa membuktikan bahwa LDII Sesat berarti itu hanya gosip saja. Jadi Jangan Takut LDII Bukan Aliran Sesat. Jika masih masih ada yang bertanya ..
Apakah LDII Termasuk Aliran Sesat ?
Jawab: TIDAK! Berdasarkan Keputusan MUI tentang Pedoman Identifikasi Aliran Sesat MUI tanggal 25 Syawal 1428 / 6 November 2007 tentang:
LDII Sesat , Itu Tidak Benar Dan Itu SALAH BESAR - LDII sering di cemooh dengan tuduhan yang memang tidak benar, banyak yang bilang LDII itu aliran tidak benar, LDII itu aliran Sesat, ketika di tanya LDII sesat nya dimana? kebanyakan orang hanya menjawab "Itu bekas sholat bekas saya di pel", yah jawaban seperti itu mah sudah basi, sekarang logika saja, anda sholat diwaktu sholat apa? wajar jika anda datang pas sholat ashar , karena memang itu jadwal pel pengurus masjid.
Disini kami menegaskan kembali bahwa LDII itu bukan aliran sesat. Kalau hanya ingin menjatuhkan nama baik LDII jangan menuduh sesat, coba anda yang dituduh sesat, bagaimana perasaannya?
LDII Tidak Jauh Beda Dengan Yang Lain - Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau yang biasa kita kenal dengan LDII , LDII sekarang sudah banyak dikenal orang dengan ciri khas yang ada di ruang lingkup LDII, seperti masjid - masjid LDII yang ada dimana-mana dan terlihat sangat megah-megah, kemudian warga-warga LDII yang dikenal selalu ramah dan berprilaku baik, sehingga orang lain ketika di dekatnya/di lingkungannya akan merasa aman dan nyaman dan bahkan LDII sudah diakui oleh MUI, bukan karena Pengurus di MUI terdapat orang-orang LDII, tapi memang LDII itu Tidak Jauh Beda Dengan Yang Lain . dan harus di ingat bahwa LDII TIDAK SESAT.
Banyak sekali oknum-oknum yang ingin menjatuhkan nama baik LDII , entah apa yang ada dipikiran orang-orang tersebut. Bisa dikatakan mereka tidak senang dengan adanya LDII dan ingin membubarkan LDII. Ada istilah menyebutkan bahwa "IRI TANDA TAK MAMPU" yah mungkin itu istilah / pepatah yang pas untuk orang-orang yang tidak senang dengan LDII.
LDII Metro, Silaturrahim yang dilakukan oleh DPP LDII di bulan Syawal ini mendapatkan perhatian khusus di Mata Ormas. "Bagi LDII Kekompakan , kerukunan dan ukhuwah islamiyah adalah proses membangun bangsa, dan itulah yang menjadi pendorong LDII menghelat halal bihalal dengan Ormas lainnya".
“Persatuan dan kesatuan itu modal penting dalam membangun bangsa,” ujar Ketua Umum DPP LDII Prof DR KH Abdullah Syam, Msc. Namun, menurutnya persatuan dan kesatuan tidak boleh hanya berbunyi di ruang kosong. LDII ingin mewujudkannya dalam bentuk yang paling sederhana: halal bi halal memperingati Hari Raya Idul Fitri di bulan Syawal 1434 H.
Pondok Pesantren Al-Manshurin merupakan Pondok yang cukup dibilang masih muda bila dibandingkan dengan Pondok Pesantren LDII di Kediri atau biasa disebut Pondok Burengan Kediri. Pondok Pesantren Al Manshurin didirikan sebagai respons atas kian besarnya tuntutan warga Lembaga Dakwah Islam Indonesia Metro Lampung terhadap kebutuhan ulama yang menguasai disiplin ilmu Al Quran dan Al Hadits.
Ketua Pondok Pesantren Al Manshurin, Nurjaya Abdullah, saat ini santri yang menuntut ilmu di pesantren ini tidak hanya berasal dari Kota Metro saja, tetapi juga berasal dari luar Provinsi Lampung, antara lain dari Sumatera Selatan dan bahkan dari Jawa Timur.
DPW LDII Lampung dan MUI Provinsi Lampung , menggelar i’tikaf bersama di masjid Hizbullah pada tanggal 29 Juli 2013 lalu. Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 500 orang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan masyarakat sekitarnya.
Dalam kesempatan tersebut DPW LDII Lampung memberikan santunan kepada anak anak yatim, kaum dhuafa, dan para muballigh. Kegiatan seremonial ini menggambarkan bahwa LDII tetap peduli terhadap kondisi di sekitarnya (inklusif). Di sela-sela sambutannya, Ketua MUI Provinsi Lampung, KH. Mawardi AS, mengingatkan betapa pentingnya ukhuwah islamiyah. Bahkan kegiatan ibadah i’tikaf sendiri penuh dengan hikmah, karena di dalamnya terdapat Lailatul Qodar.
Apresiasi diberikan oleh Sekda Provinsi Lampung, H. Berlian Tihang MM, yang dalam sambutannya menyebut LDII merupakan ormas Islam yang peduli kaum dhuafa dan anak yatim. Disamping itu beliau berpesan agar LDII tetap melanjutkan paradigma barunya dan diharapkan terus berkontribusi positif terhadap masyarakat sekitarnya.
Dalam kesempatan tersebut DPW LDII Lampung memberikan santunan kepada anak anak yatim, kaum dhuafa, dan para muballigh. Kegiatan seremonial ini menggambarkan bahwa LDII tetap peduli terhadap kondisi di sekitarnya (inklusif). Di sela-sela sambutannya, Ketua MUI Provinsi Lampung, KH. Mawardi AS, mengingatkan betapa pentingnya ukhuwah islamiyah. Bahkan kegiatan ibadah i’tikaf sendiri penuh dengan hikmah, karena di dalamnya terdapat Lailatul Qodar.
Apresiasi diberikan oleh Sekda Provinsi Lampung, H. Berlian Tihang MM, yang dalam sambutannya menyebut LDII merupakan ormas Islam yang peduli kaum dhuafa dan anak yatim. Disamping itu beliau berpesan agar LDII tetap melanjutkan paradigma barunya dan diharapkan terus berkontribusi positif terhadap masyarakat sekitarnya.




.jpg)






