LDIIMetro - Menurut Undang-Undang Kepemudaan Nomor 40 Tahun 2009, yang dikatakan pemuda ialah orang yang berusia 16-30 tahun. Sedangkan menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang dikategorikan sebagai pemuda ialah orang yang berada dalam rentang usia 15-25 tahun.
Jika ditotal, jumlah pemuda Indonesia mencapai 65 juta jiwa dari 250 juta penduduk Indonesia. Suatu angka yang fantastis.
Publik menilai, saat ini pemuda Indonesia masih berada di persimpangan jalan. Pemuda Indonesia belum sepenuhnya memberi inspirasi perubahan. Apa pasal? Saat ini pemuda Indonesia dinilai sepenuhnya belum memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Sebaliknya, sebagian pemuda Indonesia malah menjadi beban negara.
Bagaimana tidak? Dari data yang tercatat, pemuda Indonesia yang terjerat kasus narkoba sebanyak 26,4 persen. Catatan kepolisian, pelaku narkoba pada triwulan I-2012 adalah pemuda, baik sebagai pengedar maupun pengguna. Ditambah lagi rendahnya akhlak pemuda kita yang angkanya mencapai 15,5 persen. (Kompas, 28/10/2013).
Tengoklah berita yang disajikan oleh media cetak maupun elektronik akhir-akhir ini. Kasus yang menyeret nama pemuda begitu tampak dipelupuk mata. Mulai dari perkelahian pelajar dan mahasiswa. Tak terkecuali seks bebas yang telah melanda remaja SMA dan SMA. Bahkan, data KPAI, 6 dari 10 pelajar kita tidak perawan lagi. Sungguh miris.
Baru-baru ini pun terungkap kasus video tak senonoh yang melibatkan siswa dan siswi SMP. Ada pula penyiraman air keras, pembunuhan sadis, miras, pencurian dan kejahatan lain.
Kebanyakan kasus yang terjadi menyinggung kelompok usia produktif. Lantas apa yang kita lakukan dalam menghadapi kasus ini?
Tahun 2014 ini adalah tahun penuh dengan berpacu, para caleg berpacu untuk menjadi anggota legislatif, capres berpacu untuk menjadi presiden bahkan di tingkat international Spanyol berusaha mempertahankan gelar juaranya di piala dunia. Belanda yang 3 kali menjadi finalis piala dunia tahun ini pun berusaha untuk menjadi juara, Brazil sebagai tuan rumah juga berpacu untuk menjadi juara.
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sebagai organisasi dakwah tidak tinggal diam. LDII juga berpacu dengan program pembinaan generasi mudanya berusaha mengembalikan peran pemuda pada rel yang benar. Sebagai wujud konkritnya adalah Pembinaan LDII kepada remaja saat malam pergantian tahun dengan cara positif.
LDII di berbagai wilayah seantero nusantara kompak membina pemuda Indonesia. LDII mempersiapkan pemuda Indonesia menjadi generasi emas. LDII mencetak generasi profesional religius.
LDII memiliki program yang dinamai “Tri Sukses Generasi Penerus”. Yaitu membentuk pemuda menjadi sosok yang alim/fakih, berakhlakul karimah dan mandiri.
Untuk mewujudkan tiga rencana besar tersebut maka LDII giat melakukan pembinaan. LDII memulai pembinaanya dari level akar rumput (grassroot). LDII mendidik pemuda mulai dari tingkatan Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Cabang (PC), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), hingga tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Untuk memperlancar tujuan mulia tersebut, LDII membentuk Penggerak Pembina Generus (PPG).
Dalam hal pembinaan karakter, LDII rutin mengupas hadis-hadis besar yang menjelaskan tata krama ala Rosululloh SAW. LDII mempelajari Hadis Sohih Bukhori, Sohih Muslim, Sunan Nasa’i, Sunan Abu Dawud, Sunan Termidzi, dan Sunan Ibnu Majah. Tahun 2014 ini semua warga LDII secara nasional berpacu untuk mengadakan asrama pengajian Hadits Ibnu Majah Jilid III.
Pembinaan kemandirian juga selalu LDII lakukan. Mulai dari pelatihan kewirausahaan, penyuluhan kesehatan, workshop hijab syar’i, sepak bola, pramuka, workshop Information and Computer Technology (ICT), silat, Camping Cinta Alam Indonesia dll.
LDII setahun sekali rutin mengadakan perkemahan nasional. Perkemahan yang berlabel Camping Cinta Alam Indonesia (CAI) digelar di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Kumbokarno, Jombang, Jawa Timur. Pekemahan tersebut dihadiri oleh utusan seluruh kabupaten/kota seluruh Indonesia. Ditambah lagi utusan dari luar negeri. Begitupula pada tingkat DPD, LDII juga mengadakan camping CAI.
LDII memegang slogan : kecil terbina, remaja terjaga,muda berkarya, keluarga bahagia, tua bersahaja, mati masuk surga. LDII menolak kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga. Pada faktanya Pemuda binaan LDII menjadi trend setter bagi generasi penerus bangsa secara umum. Semoga dengan pembinaan yang intensif dan berkesinambungan generasi penerus Indonesia dapat menjadi pemuda yang berubah kearah yang positif kedepannya. Menjadi harapan bersama, pemuda Indonesia dapat menjadi pemuda yang cerdas, santun, dan mandiri. (Dimuat daam bentuk opini di Radar Jember, 12 Januari 2014)
Sumber: ldii
Jika ditotal, jumlah pemuda Indonesia mencapai 65 juta jiwa dari 250 juta penduduk Indonesia. Suatu angka yang fantastis.
Publik menilai, saat ini pemuda Indonesia masih berada di persimpangan jalan. Pemuda Indonesia belum sepenuhnya memberi inspirasi perubahan. Apa pasal? Saat ini pemuda Indonesia dinilai sepenuhnya belum memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Sebaliknya, sebagian pemuda Indonesia malah menjadi beban negara.
Bagaimana tidak? Dari data yang tercatat, pemuda Indonesia yang terjerat kasus narkoba sebanyak 26,4 persen. Catatan kepolisian, pelaku narkoba pada triwulan I-2012 adalah pemuda, baik sebagai pengedar maupun pengguna. Ditambah lagi rendahnya akhlak pemuda kita yang angkanya mencapai 15,5 persen. (Kompas, 28/10/2013).
Tengoklah berita yang disajikan oleh media cetak maupun elektronik akhir-akhir ini. Kasus yang menyeret nama pemuda begitu tampak dipelupuk mata. Mulai dari perkelahian pelajar dan mahasiswa. Tak terkecuali seks bebas yang telah melanda remaja SMA dan SMA. Bahkan, data KPAI, 6 dari 10 pelajar kita tidak perawan lagi. Sungguh miris.
Baru-baru ini pun terungkap kasus video tak senonoh yang melibatkan siswa dan siswi SMP. Ada pula penyiraman air keras, pembunuhan sadis, miras, pencurian dan kejahatan lain.
Kebanyakan kasus yang terjadi menyinggung kelompok usia produktif. Lantas apa yang kita lakukan dalam menghadapi kasus ini?
Tahun 2014 ini adalah tahun penuh dengan berpacu, para caleg berpacu untuk menjadi anggota legislatif, capres berpacu untuk menjadi presiden bahkan di tingkat international Spanyol berusaha mempertahankan gelar juaranya di piala dunia. Belanda yang 3 kali menjadi finalis piala dunia tahun ini pun berusaha untuk menjadi juara, Brazil sebagai tuan rumah juga berpacu untuk menjadi juara.
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sebagai organisasi dakwah tidak tinggal diam. LDII juga berpacu dengan program pembinaan generasi mudanya berusaha mengembalikan peran pemuda pada rel yang benar. Sebagai wujud konkritnya adalah Pembinaan LDII kepada remaja saat malam pergantian tahun dengan cara positif.
LDII di berbagai wilayah seantero nusantara kompak membina pemuda Indonesia. LDII mempersiapkan pemuda Indonesia menjadi generasi emas. LDII mencetak generasi profesional religius.
LDII memiliki program yang dinamai “Tri Sukses Generasi Penerus”. Yaitu membentuk pemuda menjadi sosok yang alim/fakih, berakhlakul karimah dan mandiri.
Untuk mewujudkan tiga rencana besar tersebut maka LDII giat melakukan pembinaan. LDII memulai pembinaanya dari level akar rumput (grassroot). LDII mendidik pemuda mulai dari tingkatan Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Cabang (PC), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), hingga tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Untuk memperlancar tujuan mulia tersebut, LDII membentuk Penggerak Pembina Generus (PPG).
Dalam hal pembinaan karakter, LDII rutin mengupas hadis-hadis besar yang menjelaskan tata krama ala Rosululloh SAW. LDII mempelajari Hadis Sohih Bukhori, Sohih Muslim, Sunan Nasa’i, Sunan Abu Dawud, Sunan Termidzi, dan Sunan Ibnu Majah. Tahun 2014 ini semua warga LDII secara nasional berpacu untuk mengadakan asrama pengajian Hadits Ibnu Majah Jilid III.
Pembinaan kemandirian juga selalu LDII lakukan. Mulai dari pelatihan kewirausahaan, penyuluhan kesehatan, workshop hijab syar’i, sepak bola, pramuka, workshop Information and Computer Technology (ICT), silat, Camping Cinta Alam Indonesia dll.
LDII setahun sekali rutin mengadakan perkemahan nasional. Perkemahan yang berlabel Camping Cinta Alam Indonesia (CAI) digelar di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Kumbokarno, Jombang, Jawa Timur. Pekemahan tersebut dihadiri oleh utusan seluruh kabupaten/kota seluruh Indonesia. Ditambah lagi utusan dari luar negeri. Begitupula pada tingkat DPD, LDII juga mengadakan camping CAI.
LDII memegang slogan : kecil terbina, remaja terjaga,muda berkarya, keluarga bahagia, tua bersahaja, mati masuk surga. LDII menolak kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga. Pada faktanya Pemuda binaan LDII menjadi trend setter bagi generasi penerus bangsa secara umum. Semoga dengan pembinaan yang intensif dan berkesinambungan generasi penerus Indonesia dapat menjadi pemuda yang berubah kearah yang positif kedepannya. Menjadi harapan bersama, pemuda Indonesia dapat menjadi pemuda yang cerdas, santun, dan mandiri. (Dimuat daam bentuk opini di Radar Jember, 12 Januari 2014)
Sumber: ldii
LDIIMetro - Kita sering di suguhi berita-berita tentang kenakalan remaja, KDRT, Korupsi dan kejahatan-kejahatan lainnya, timbul pertanyaan kenapa ? jawabannya adalah mereka belum mengetahui makna hidup dalam islam yang sebenarnya.Sebagian orang tidak mengerti makna hidupnya, sehingga ia membuang waktu dan energi tanpa arah. Kekosongan makna ini melahirkan kecemasan dan ketakutan, ini tampak pada perilaku yang tidak bertanggungjawab dari muali hura-hura alias hedonis sampai perasaan depresi yang beberapa diantaranya mengahiri hidupnya dengan bunuh diri. Di negara maju dengan budaya modrn kebebasan dan hedonisme menjadi cirinya, angka bunuh diri naik terus. Menurut Victor Frankl ini terjadi karena mereka tidak punya makna hidup. Makna tidak lain adalah tujuan hidup atau Visi. Bagi mereka yang bukan orang iman kadang dengan susah payah menanyakan apa sih makna hidup saya. Ketika karyanya diterima orang lain atau kehadirannya meberikan manfaat baru ketemu maknanya, demikian itu karena cara mereka mencari makna semata dengan cara materialis semata.
Makna Hidup Menurut Islam
Jika Anda menjumpai orang yang bingung mencari makna hidupnya ajaklah ia mengaji nanti dia akan menemukan makna hidup manusia yang sebenarnya Alloh tidak menciptakan manusia sekedar iseng atau main-main, melainkan Alloh mengatakan maksudnya, Dalam FirmanNya,“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” [Al Mu’minuun [23] : 115 ] bahkan secara tegas maksud penciptaan jin dan manusia, “Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan Manusia melaikan untuk beribadah kepadaku”. [Adz Dzariyat [51] : 56]. Inilah makna hidup manusia hingga semua kegiatannya harus dikaitkan dengan tujuan ini dengan demikian tindakan manusia menjadi berjiwa alias memiliki ruh tidak seperti robot, atau manusia tanpa tujuan dengan kalimat bodohnya, aku tidak minta dilahirkan, hidupku hanya keterlemparan atau kesalahan orang tuaku.
Makna Hidup
Dengan makna hidup yang jelas memberi rasa hidup dan kesadaran hidup, mengerti apa yang harus dilakukan, kemana arah yang dituju. Viktor Frankl menyimpulkan dari pengalaman hidupnya sebagai tawanan di Kamp Konsentrasi Jerman saat perang Dunia ke dua, bahwa orang yang memiliki makna/visi hidupnya lebih mampu menahan siksaan dan stres. Dalam aplikasi kehidupan nyata orang yang memilki visi sanggup menghadapi resiko kehidupan. Demikian juga orang beriman yang sadar tujuan hidupnya maka ia akan tahan menghadapi cobaan dari resiko dari kehidupan, karena ia yakin bahwa cobaan adalah paket keberadaannya, "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta diguncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: “Bilakah datangnya pertolongan Allah?” Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat. (Al Baqarah 214). Semoga bermanfaat.
Sumber: LDIIKediri
Sifat perjuangan pada Bangsa Indonesia - Perjuangan Bangsa Indonesia bersifat kedaerahan ( 1602-1908 ). Pada masa penjajahan VOC dan penjajahan Hindia Belanda
sampai dengan 1908 perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mengusir penjajah
masih bersifat kedaerahan, masing-masing daerah hamper tak ada koordinasi, di
sebabkan beberapa hal;
Tiap daerah merasa sebuah Negara yang berdiri sendiri. Upaya politik Devide et Impare ( pecah belah dan menguasai ) penjajahan colonial. Pada daerah-daerah itu sendiri banyak masalah intern pemerintahan yang memungkinkan terjadinya kemelut dalam negeri ( perebutan kekuasaan dan sebagainya ).
Pada saat itu dikenal para pahlawan bangsa Indonesia dalam berbagai perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah VOC dan hindia belanda :
- 1635 – Iskandar Muda ( Aceh )
- 1645 – sultan Agung ( Mataram Jogjakarta )
- 1650 – Sultan Ageng Tirtayasa dan Ki. Tapa ( Banten )
- 1660 – Hasanudin ( Makasar )
- 1670 – Untung Surapati dan Trunojoyo ( jawa timur )
- 1680 – Ibnu Iskandar ( Minangkabau )
- 1817 – Pattimura ( Maluku )
- 1817 – Badarudin ( Palembang )
- 1822 - Imam Bonjol ( Minangkabau ) – 1837
- 1825 – Diponegoro ( Mataram Jogjakarta ) – 1830
- 1850 – Jelantik ( Bali )
- 1860 – Pangeran Antasari ( Kalimantan )
- 1873 – Teuku Umar, Teuku Cik Ditiro dan Cut Nyak Din ( Aceh )
- 1895 – Anak Agung Made ( Lombok )
- 1900 – Sisingamangaraja XII ( Batak )
- Pada tanggal 20 mei 1908 didirikan Budi Utomo yang selain bergerak di bidang pendidikan, merupakan cara baru dalam perjuangan bangsa Indonesia di bidang pergerakan politik. Pemuda-pemuda angkatan 1908 adalah antara lain : Pelajar Stovia ( Sekolah dokter pribumi ), sutomo, gunawan, cipto mangunkusumo dan lain-lain dalam bimbingan Dr. Wahidin Sudirohusodo.
- Dengan lahirnya budi utomo diikuti berdirinya organisasi pergerakan kebangsaan yang lain yaitu : Serikat Dagang Islam ( SDI ), Serikat Islam ( SI ), Indische Partij, Serikat Sunda, Kaum Betawi, Serikat Sumatra, Serikat Minahasa dan lain-lain, sehingga pada tanggal 20 mei 1908 kemudian ditetapkan sebagai hari kebangkitan nasional atau kebangkitan kebangsaan Indonesia.
- Selain serikat-serikat yang didirikan para orang tua juga berdiri organsasi kepemudaan yang masih bersifat kedaerahan yang menjadi embrio perjuangan bersifat nasional yaitu : Jong Java, Jong Sumatranen, Jong Bataks Bon, Jong Celebes, Jong Ambon, Sekar Rumpun Sunda, Pemuda Kaum Betawi dan lain-lain, sebuah organisasi kepemudaan Indonesia yang berada di negeri belanda yaitu perhimpunan Indonesia ( 1922 ), perhimpunan pelajar-pelajar Indonesia ( PPPI ) di Jakarta ( 1926 ) dan pemuda Indonesia berpusat di bandung ( 1927 ).
- Pada tanggal 28 oktober 1928 terselenggara konggres Sumpah Pemuda dengan pengurus terdiri Sugondo Joyopuspito, Joko Mursaid, Mochammad Yamin, Senduk, J. Leimena, Rochyani dan lain-lain di jl. Kramat raya no.106 jakarta, yang berisi pengakuan : satu nusa, satu bangsa, satu bahasa ialah Indonesia. Pada penutupan konggres WR. Supratman dengan iringan biolanya mempersembahkan lagu Indonesia raya.
- Selanjutnya pergerakan perjuangan bangsa Indonesia dalam memerdekakan dirinya terus meningkat berkembang dengan berbagai pemikiran yang mempengaruhi baik perkembangan di dalam negeri maupun perkembangan politik di luar negeri hingga jatuhnya pemerintahan hindia belanda kepada jepang. Pada zaman jepang pergerakan bangsa Indonesia sudah lebih mantap secara nasional hingga terbentuk badan persiapan dalam menyongsong kemerdekaan yang bersifat nasional.
Perjuangan fisik dan non fisik
Pengalaman bangsa Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan sungguh sangat dalam. Semula perjuangan melawan penjajah, baik itu pada zaman V.O.C. maupun hindia belanda selalu lebih dititik beratkan pada perjuangan secara fisik, mengumpulkan orang dipersenjatai dilatih bela diri lalu menyerang.
Pengalaman bangsa Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan sungguh sangat dalam. Semula perjuangan melawan penjajah, baik itu pada zaman V.O.C. maupun hindia belanda selalu lebih dititik beratkan pada perjuangan secara fisik, mengumpulkan orang dipersenjatai dilatih bela diri lalu menyerang.
Pada saat berjuang melawan penjajah jepang dan perang kemerdekaan, perjuangan bersifat fisik demikian itu juga terus dilaksanakan bahkan dengan ilmu kemiliteran modern. Taktik dan strategi disusun terlebih dahulu secara matang sesuai dengan ilmunya, orang dibagi-bagi tugas yang jelas, ada pengatur perang dan ada tukang perang, perjuangan fisik demikian terus ditingkatkan.
Disamping perjuangan secar fisik tersebut di atas, bangsa Indonesia juga bergerak secara non fisik, antara lain secara politik, ekonomi dan lain sebagainya yang tidak bersifat pertempuran terbuka. Pemuda Indonesia yang ada pada saat itu menerima pendidikan barat, banyak berkecimpung dalam perjuangan secara non fisik antara lain : Dr. Wahidin Sudirohusodo, melalui pendidikan, Ir. Soekarno dan Moch. Hatta melalui politik dan sebagainya. Perjuangan bersifat non fisik ini juga sering di sebut perjuangan secara kooperatif ( kerja sama ), adapun secara fisik atau militer disebut juga perjuangan non kooperatif.
Kumpulan Peristiwa Penting Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia - Banyak Peristiwa Penting Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, Peristiwa penting yang paling dekat pada saat di kumandangkannya proklamasi kemerdekaan Indonesia 17 agustus 1945 adalah peristiwa yang terjadi mulai awal agustus 1945 itu sendiri sebagaimana di terangkan pada butir IA, 3h yaitu tanggal 6,7,9,14,15,16,17,18,19, dan 29 agustus 1945 yang masing-masing peristiwa berkaitan satu sama lainnya sebagai sebab dan akibat merupakan untaian cerita sejarah perjuangan yang sangat menarik.
Pemboman terhadap kota Hirosima dan Nagasaki di Jepang bagi Jepang merupakan malapetaka sedangkan bagi bangsa Indonesia merupakan hikmah yang mengakibatkan terjadinya kevakuman pemerintahan di Indonesia.
Kekosongan inilah yang di manfaatkan oleh bangsa Indonesia untuk memproklamasikan diri menjadi bangsa yang merdeka. Sejak penjajah masih bercokol ditanah air kita , zaman VOC, hindia belanda dan jepang pandangan politik bangsa Indonesia sangat heterogen. Meskipun demikian heterogenitasnya pandangan politik bangsa Indonesia saat itu ada dua kutub besar yaitu : kutub kebangsaan dan agama. Jadi baik pada sidang BPUPKI maupun PPKI, disanalah kedua kutub ini saling berhadapan dan karena rasa persatuan sebagai bangsa Indonesia sangat kuat, mereka berhasil memutuskan suatu kompromi, di awali lahirnya Piagam Djakarta pada tanggal 22 juni 1945 yang kemudian ada lagi kompromi kedua yaitu peristiwa tanggal 17 agustus 1945 sore hari, datang utusan dari Indonesia bagian timur yang menyampaikan kepada Bung Hatta keberatan terhadap bunyi kalimat Ketuhanan dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam bagi Pemeluk-Pemeluknya.
Peristiwa Penting Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Dengan semangat persatuan keesokan harinya menjelang sidang PPKI tanggal 18 agustus 1945 hal tersebut dapat di atasi oleh Drs. Moch. Hatta bersama empat anggota PPKI yaitu : KH. Wahid Hasyim, Ki. Bagus Hadikusumo, Mr. Kasman Singodimejo dan Mr. Teuku M. Hasan, maka berubahlah kalimat tersebut di atas menjadi Ketuhanan Yang Maha Esa.
Semangat persatuan demikian itu selanjutnya menjadi dasar perjuangan bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan yang telah di proklamasikan, tak pandang suku bangsa, agama, ras, aliran dan golongan, yang menjadi ukuran sebangsa setanah air Indonesia, bahu membahu tolong menolong bersama-sama mengusit penjajah merebut dan mempertahankan kemerdekaan, kemudian mengisinya dengan pembangunan bagi seluruh bangsa Indonesia. Pada saat itu moto,slogan, pekik merdeka atau mati tidak hanya sekedar kata-kata atau teriakan saja, tetapi di buktikan dalam semangat juang yang berkobar tak kunjung padam. Banyak di antara pejuang kita mati sebelum menikmati alam kemerdekaan. Jiwa semangat perjuangan demikian itulah yang dimiliki bangsa Indonesia dalam perjuangan kemerdekaan tahun 1945.
Setelah sidang pertama PPKI pada tanggal 18 agustus 1945 maka sahlah UUD Negara republic Indonesia, memiliki seorang presiden dan wakil presiden dalam penyelenggaraan kekuasaan pemerintah Negara didampingi oleh Komite Nasional Indonesia Pusat, lahirlah sebuah Negara baru.
Mulailah babak baru, babak alam kemerdekaan diawali berlakunya UUD’45, system pemerintahan presidensiil mulai 18 agustus, bertahan sampai 14 november 1945. System pemerintahan Negara berubah menjadi parlementer atas usul BPKNIP yang di setujui pemerintah. Keadaan Negara sangat kacau selain berbagai pergolakan dalam negeri juga datangnya belanda yang ingin menjajah kembali bekas jajahanya.
Coba perhatikan kronologis peristiwa di bawah ini :
- Tanggal 29 september 1945, pendaratan tentara sekutu, SEAC ( South East Asia Command ) membentuk Komando Khusus bernama AFNEI ( Allied Forces Netherlands East Indies ) mendarat di Jakarta dengan membawa orang-orang NICA yang mempersenjatai eks KNIL sekeluarnya dari tahanan jepang ( lahirlah peristiwa 10 november 1945 di Surabaya ).
- Tanggal 21 juli 1945 agresi militer belanda 1 atau perang kemerdekaan 1 meletus.
- Tanggal 18 september 1948 pemberontakan PKI di madiun di bawah pimpinan Muso Alimin dan Amir Syarifudin berakhir dengan di tembak matinya Muso, sedangkan Amir Syarifudin di hokum mati. ( penumpasan pemberontakan tersebut ditugaskan kepada Divisi Siliwangi yang kebetulan berada di Yogyakarta setelah Long Mars dari Jawa Barat ).
- Tanggal 19 Desember 1948 belanda menyerang dan menduduki Yogyakarta melalui Maguwo Merupakan perang kemerdekaan II. Pemerintah darurat dipegang oleh Mr. Syafrudin Prawiranegara di sumatera. ( ingat : peristiwa Enam Jam di Jogja tanggal 1 maret 1949 ).
- Tanggal 7 agustus 1949 di daerah taksikmalaya SM. Karto Suwiryo memproklamasikan NII dengan pasukanya DI/TII sempat menghalangi kembalinya pasukan siliwangi ke jawa barat dari Jogjakarta, maka pada tanggal 25 januari 1949 terjadi pertempuran di daerah Malangbong Garut Jawa Barat.
- Tanggal 23 Agustus 1949 dimulai Konferensi Meja Bundar di Den Haag. Hasilnya Negara Indonesia menjadi Negara Serikat, UUD nya juga dig anti dengan UUD RIS mulai 27 desember 1949.
Mulai agustus 1945 sampai dengan agustus 1950 indonesia mengalami 10 ( sepuluh ) kali ganti kabinet yang berarti pemerintahan sangat labil.
Peristiwa Penting Menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
LDII Tidak Pernah Melakukan Bantahan Terhadap Hujatan - Mungkin banyak yang bertanya Mengapa LDII Tidak Pernah Melakukan Bantahan Terhadap Hujatan-hujatan yang telah dilontarkan di Media Masa seperti Buku, Internet dan lain-lain. Memang banyak yang mengangap LDII itu aliran sesat, atau LDII itu mengajarkan ilmu Islam yang salah.
Memang LDII tidak pernah menanggapi serius tentang hal itu, namun di tekankan kembali bahwa LDII itu bukan aliran sesat, MUI saja sudah membuat kriteria tentang Aliran Sesat, dan ternyata LDII itu tidak termasuk kedalam kriteria tersebut.
Jadi kenapa LDII tidak pernah melakukan bantahan terhadap hujatan, karena LDII mengedepankan tiga (3) prinsip ukhuwwah, yaitu: ukhuwwah Islamiyah, ukhuwwah basyariyah, dan ukhuwah wathoniah. LDII mempunyai suatu pandangan bahwa berbantah-bantahan lebih banyak madlorotnya daripada manfaatnya.
Simpel sekali bukan, kenapa LDII tidak melakukan bantahan terhadap hujatan-hujatan tersebut, nah jadi itulah jawaban mengapa LDII Tidak Pernah Melakukan Bantahan Terhadap Hujatan.
Islam LDII, Sejatinya Semua Ajaran Islam Itu Sama - Islam LDII, LDII merupakan Lembaga Dakwah Islam Indonesia. Merupakan organisasi kemasyarakatan yang independen, resmi dan legal yang mengikuti ketentuan UU No. 8 tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan, Pasal 9, ayat (2), tanggal 4 April 1986 (Lembaran Negara RI 1986 nomor 24), serta pelaksanaannya meliputi PP No. 18 tahun 1986 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 5 tahun 1986 dan Aturan hukum lainnya. LDII, memiliki Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), Program Kerja dan Pengurus mulai dari tingkat Pusat sampai dengan tingkat Desa. LDII sudah tercatat di Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbang & Linmas) Departemen Dalam Negeri. LDII merupakan bagian komponen Bangsa Indonesia yang berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Pancasila dan UUD 45.
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berdiri sesuai dengan cita-cita para ulama perintisnya yaitu sebagai wadah umat Islam untuk mempelajari, mengamalkan dan menyebarkan ajaran Islam secara murni berdasarkan Alquran dan Hadis, dengan latar belakang budaya masyarakat Indonesia, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.
Islam LDII
Metode pengajaran Islam LDII pun sama saja dengan yang lain, LDII menggunakan metode pengajian tradisional, yaitu guru-guru yang berasal dari beberapa alumni pondok pesantren kenamaan, seperti: Pondok Pesantren Gontor di Ponorogo, Tebu Ireng di Jombang, Kebarongan di Banyuwangi, Langitan di Tuban, dll. Mereka bersama-sama mempelajari ataupun bermusyawaroh beberapa waktu terlebih dahulu sebelum menyampaikan pelajaran dari Alquran dan Hadis kepada para jama’ah pengajian rutin atau kepada para santriwan dan santriwati di pondok-pondok LDII, untuk menjaga supaya tidak terjadi kekeliruan dalam memberikan penjelasan tentang pemahaman Alquran dan Hadis. Kemudian guru mengajar murid secara langsung ( manquul ) baik bacaan, makna (diterjemahkan secara harfiyah), dan keterangan, dan untuk bacaan Alquran memakai ketentuan tajwid.
Apakah yang Dimaksud dengan “Manquul?” “Manquul” berasal dari bahasa Arab, yaitu “Naqola-Yanqulu”, yang artinya “pindah”. Maka ilmu yang manquul adalah ilmu yang dipindahkan / transfer dari guru kepada murid. Dengan kata lain, Manqul artinya berguru, yaitu terjadinya pemindahan ilmu dari guru kepada murid. Dasarnya adalah sabda Nabi Muhammad dalam Hadis Abu Daud, yang berbunyi:
Yang artinya: “Kamu sekalian mendengarkan dan didengarkan dari kamu sekalian dan didengar dari orang yang mendengarkan dari kamu sekalian”.
Dalam pelajaran tafsir, “Tafsir Manquul” berarti mentafsirkan suatu ayat Alquran dengan ayat Alquran lainnya, mentafsirkan ayat Alquran dengan Hadis, atau mentafsirkan Alquran dengan fatwa shohabat. Dalam ilmu Hadis, “manquul” berarti belajar Hadis dari guru yang mempunyai isnad (sandaran guru) sampai kepada Nabi Muhammad. Dasarnya adalah ucapan Abdulloh bin Mubarok dalam Muqoddimah Hadis Muslim, yang berbunyi: Yang artinya: “Isnad itu termasuk agama, seandainya tidak ada isnad niscaya orang akan berkata menurut sekehendaknya sendiri”.
Dengan mengaji yang benar yakni dengan cara manqul, musnad dan mutashil (persambungan dari guru ke guru berikutnya sampai kepada shohabat dan sampai kepada Nabi Muhammad), maka secepatnya kita dapat menguasai ilmu Alquran dan Hadis dengan mudah dan benar. Dengan demikian, kita segera dapat mengamalkan apa yang terkandung di dalam Alquran dan hadis sebagai pedoman ibadah kita. Dan sudah barang tentu penafsiran Alquran harus mengikuti apa yang telah ditafsirkan oleh Nabi Muhammad.
Islam LDII
Jadi apa yang terlintas di fikiran anda kalau masih menganggap LDII Aliran Sesat, maka buang jauh-jauh lah anggapan seperti itu, dalam ajaran Islam, memecah belah agama/golongan itu tidak baik hukumnya. Itu sudah jelas, jadi jangan pernah beranggapan bahwa LDII itu aliran sesat. Oke...
Apakah Sumber Hukum Islam Menurut LDII - Sumber Hukum Islam menurut LDII adalah sebagai berikut, coba pastikan kesamaan dari yang lain, jangan mengira sumber-sumber Hukum Islam menurut LDII itu hanya buatan sendiri, tentu tidak. Apakah Sumber Hukum Islam Menurut LDII?
Apakah Sumber Hukum Islam Menurut LDII?
Sumber hukum Islam adalah Al-Qur’an, Al-Hadits, Ijma’, dan Qiyas.
Contoh Ijma’: penerapan adzan ke 3 pada hari Jum’at yang diawali pada zaman Khalifah Utsman bin Affan.
Contoh Qiyas: zakat fitrah pada zaman Rosululloh antara lain adalah kurma dan gandum. Bagi kita di Indonesia, beras diqiyaskan dengan gandum, karena sama-sama makanan pokok.
Contoh Ijma’: penerapan adzan ke 3 pada hari Jum’at yang diawali pada zaman Khalifah Utsman bin Affan.
Contoh Qiyas: zakat fitrah pada zaman Rosululloh antara lain adalah kurma dan gandum. Bagi kita di Indonesia, beras diqiyaskan dengan gandum, karena sama-sama makanan pokok.
Melihat Karakter Orang Dengan Golongan Darah - Berdasarkan Golongan darah, kita bisa melihat Cermin Karakter Seseorang, percaya nggak percaya sih, coba silahkan cocokkan golongan darah kamu, yah nama nya juga hanya seperti ramalan, kalau tidak sesuai tidak boleh marah yaaa..
Apakah cocok dengan karakter golongan darah anda? Kalau saya golongan darahnya B , ada kecocokan sedikit sih, coba apa golongan darah anda, bisa dilahat karakter yang sesuai dengan anda, lohat dibawah ini :








.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)


