LDII Bukan Penyebab Perceraian Marshanda dan BEN - Kenapa perceraian Ben di isu kan karena Ben adalah seorang yang mengkuti Organisasi LDII. BEN Kasyafani digugat cerai oleh Marshanda pada 23 April lalu. Seiring dengan itu, muncul isu yang mengaitkan perceraian tersebut dengan keanggotaan Ben di LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia). Ben dinilai berubah setelah ikut organisasi itu.
"Iya (ikut LDII), terus kenapa? Nggak sesuatu yang salah kan?" tanya balik Ben bernada retoris saat ditemui di Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (2/5/2014).
LDII Bukan Penyebab Perceraian Marshanda dan BEN
Menurut Ben, tak ada yang menyimpang dari organisasi yang diikutinya itu. "Di agama kita diajarin sama keluarga, semua ibadah beragama. Bukan orang yang aneh kok," jelasnya.
"Nggak ada yang ekstrem. Aktivitasnya (tetap) syuting, beribadah, salat sunnah. Nggak ada alasan (ikut LDII) bisa sampai (bikin) cekcok (dengan Marshanda)," lanjutnya.
Ben mengaku masih terkejut sang istri menggugat cerai dirinya. Sidang cerai keduanya akan digelar pada 13 Mei mendatang.
Nah dengan itu kan semua sudah jelas, Ben sudah mengklarifikasi semua nya tentang permasalahan bahwa Marshanda menceraikan ia bukan karena Ben seorang LDII , mungkin ada permasalahan yang memang hanya diketahui mereka berdua. lagia bagaimana jika anda sendiri yang menjadi di posisi nya Ben ? apakah tanggapan anda, tentunya memang sebuah perceraian itu dilakukan karena memang ada permasalahan didalam masing masing. Jangan dikaitkan dengan LDII.
Ben Kasyafani LDII sudah sejak lahir
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengakui jika Ben Kasyafani adalah anggota mereka. Bahkan, Ben sudah ikut organisasi kemasyarakatan tersebut sejak lahir. “Dia sudah ikut LDII sejak lahir, bapaknya kan pengurus,” ungkap humas LDII Pusat, Joko Haryanto saat berbincang dengan Okezone, Minggu (4/5/2014).
Joko melanjutkan, ayah Ben yang dikenalnya bernama Om Babut, sudah sejak lama aktif di LDII. Bahkan, Bahkan, kini orangtua Ben menjadi salah satu ketua pengurus pusat LDII.
Sebelum menikah dengan Marshanda, Ben sudah jadi penyiar dan VJ MTV, tidak pernah ada masalah apa-apa dengan LDII. “Mungkin ada yang tidak suka, terus digembor-gemborkan,” ujarnya. Walau begitu, LDII tidak terganggu dengan isu tersebut. Bagi mereka kabar tersebut merupakan promosi gratis saja. “Ya, bagi kami kayak promosi gratis saja hehe,” katanya.
Jadi Sudah Jelas Bahwa ;
Jadi Sudah Jelas Bahwa ;
LDII Bukan Penyebab Perceraian Marshanda dan Ben Kasyafani
LDIIMetro - 200 tahun lalu rakyat Jepang bersentuhan dengan Islam. Namun baru tahun 1900-an, seorang Jepang Mitsutaro Takaoka memeluk agama Islam. Islam berkembang lamban di Jepang.Lambannya pertumbuhan agama Islam di Jepang, boleh jadi, lantaran rakyat Jepang sangat taat kepada agama Budha dan Shinto. Walhasil, hanya satu dari empat penduduk Jepang yang memeluk agama Islam. Atau sekitar 1,5 juta dari total 120 juta penduduk Jepang.
Meskipun minim penduduk lokal yang memeluk Islam, para imigran asing dari Timur Tengah dan Asia yang beragama Islam, banyak yang mendatangi negeri matahari terbit itu. Mereka bersekolah dan bekerja, bahkan berwisata. Jepang memang menjanjikan upah yang baik dan pendidikan terbaik di Asia. Jepang juga merupakan destinasi wisata terbaik di Asia. Gelombang pendatang inilah yang mendorong pemerintah Jepang membangun mushola dan restoran halal di setiap stasiun kereta api.
Sebagai referensi, Nankai Electric Railway melakukan studi banding ke Indonesia. Meminta saran Kementerian Agama dan ormas Islam, salah satunya LDII. Mengingat Jepang memiliki ikatan yang kuat dalam bentuk ekonomi dan sejarah dengan bangsa Indonesia.
Mengunjungi kantor DPP LDII di bilangan Senayan, Yano Itaru, salah satu Manager Nankai Electric Railway Co., Ltd. menyatakan kekagumannya terhadap LDII yang telah melaksanakan 3K (Komunikasi, Karya, dan Kontribusi) secara menyeluruh di segala bidang.
Menurutnya informasi yang didapatkan lebih dari cukup untuk ia laporkan dalam rapat direksi Nankai Electric Railway di Jepang. Hal ini terkait dengan rencana salah satu perusahaan kereta swasta terbesar di Jepang ini membangun tempat ibadah dan restoran halal bagi wisatawan atau warga jepang muslim di setiap stasiun mereka.
Untuk itu, mereka mengunjungi Indonesia untuk berkonsultasi dengan para ulama Indonesia, termasuk LDII. Yano Itaru dalam kunjungan itu didampingi Presiden Direktur PT. OSSI, Satoshi Miyajima, Eiji Ananda Putra. Saat berkunjung ke pengurus MUI Pusat di Jakarta, delegasi Jepang itu didampingi Sekretaris Umum DPP LDII H. Dody Taufiq Wijaya.
Dody Taufiq Wijaya yang mempresentasikan profil LDII di hadapan Yano, mengungkapkan pentingnya pendidikan rohani sejak usia dini, dan menjadikan manusia Indonesia sebagai sosok yang profesional religius. Untuk itu, sebagai lembaga dakwah, LDII berkewajiban membangun manusia Indonesia demi majunya bangsa. LDII juga, menurut Dody, sangat mendukung NKRI, dan tidak ingin paham-paham radikal dari 'Islam Impor' mempengaruhi umat Islam sehingga menciptakan perpecahan.
"Tujuan kaum radikalis jelas, ingin mendirikan negara Islam. Ini bertentangan dengan kultur Indonesia yang berazaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Banyak pemeluk agama lain di Indonesia yang dilindungi hak asasinya dalam beribadah. Jadi, NKRI adalah penting. Karena dengan NKRI, Indonesia bisa maju dalam kemajemukan," ujar Dody.
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII KH. Abdullah Syam menyatakan LDII siap bekerjasama dalam segala bidang dengan pihak mana pun, termasuk Nankai. "Kami sangat menghargai kehadiran Yano San yang datang jauh-jauh dari Jepang hanya untuk berkonsultasi dalam pembangunan tempat ibadah kaum muslim di Jepang. Mudah-mudahan, di tahun mendatang, dengan adanya tempat-tempat ibadah dan restoran halal di stasiun kereta Nankai, jumlah wisatawan muslim akan meningkat," harap Abdullah Syam
Dody Taufiq Wijaya yang mempresentasikan profil LDII di hadapan Yano, mengungkapkan pentingnya pendidikan rohani sejak usia dini, dan menjadikan manusia Indonesia sebagai sosok yang profesional religius. Untuk itu, sebagai lembaga dakwah, LDII berkewajiban membangun manusia Indonesia demi majunya bangsa. LDII juga, menurut Dody, sangat mendukung NKRI, dan tidak ingin paham-paham radikal dari 'Islam Impor' mempengaruhi umat Islam sehingga menciptakan perpecahan.
"Tujuan kaum radikalis jelas, ingin mendirikan negara Islam. Ini bertentangan dengan kultur Indonesia yang berazaskan Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Banyak pemeluk agama lain di Indonesia yang dilindungi hak asasinya dalam beribadah. Jadi, NKRI adalah penting. Karena dengan NKRI, Indonesia bisa maju dalam kemajemukan," ujar Dody.
Sementara itu, Ketua Umum DPP LDII KH. Abdullah Syam menyatakan LDII siap bekerjasama dalam segala bidang dengan pihak mana pun, termasuk Nankai. "Kami sangat menghargai kehadiran Yano San yang datang jauh-jauh dari Jepang hanya untuk berkonsultasi dalam pembangunan tempat ibadah kaum muslim di Jepang. Mudah-mudahan, di tahun mendatang, dengan adanya tempat-tempat ibadah dan restoran halal di stasiun kereta Nankai, jumlah wisatawan muslim akan meningkat," harap Abdullah Syam
Hadir dalam kunjungan itu, para pengurus DPP LDII lainnya semisal H.
Prasetyo Sunaryo, H. Abu Bakar Sidik, H. Achmad Kuntjoro, H. Muhammad
Ied, dan Eko Mugianto. (Eko Mugianto/Foto: Reza/LINES)
Sumber: ldii
LDIIMetro - Menurut Undang-Undang Kepemudaan Nomor 40 Tahun 2009, yang dikatakan pemuda ialah orang yang berusia 16-30 tahun. Sedangkan menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang dikategorikan sebagai pemuda ialah orang yang berada dalam rentang usia 15-25 tahun.
Jika ditotal, jumlah pemuda Indonesia mencapai 65 juta jiwa dari 250 juta penduduk Indonesia. Suatu angka yang fantastis.
Publik menilai, saat ini pemuda Indonesia masih berada di persimpangan jalan. Pemuda Indonesia belum sepenuhnya memberi inspirasi perubahan. Apa pasal? Saat ini pemuda Indonesia dinilai sepenuhnya belum memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Sebaliknya, sebagian pemuda Indonesia malah menjadi beban negara.
Bagaimana tidak? Dari data yang tercatat, pemuda Indonesia yang terjerat kasus narkoba sebanyak 26,4 persen. Catatan kepolisian, pelaku narkoba pada triwulan I-2012 adalah pemuda, baik sebagai pengedar maupun pengguna. Ditambah lagi rendahnya akhlak pemuda kita yang angkanya mencapai 15,5 persen. (Kompas, 28/10/2013).
Tengoklah berita yang disajikan oleh media cetak maupun elektronik akhir-akhir ini. Kasus yang menyeret nama pemuda begitu tampak dipelupuk mata. Mulai dari perkelahian pelajar dan mahasiswa. Tak terkecuali seks bebas yang telah melanda remaja SMA dan SMA. Bahkan, data KPAI, 6 dari 10 pelajar kita tidak perawan lagi. Sungguh miris.
Baru-baru ini pun terungkap kasus video tak senonoh yang melibatkan siswa dan siswi SMP. Ada pula penyiraman air keras, pembunuhan sadis, miras, pencurian dan kejahatan lain.
Kebanyakan kasus yang terjadi menyinggung kelompok usia produktif. Lantas apa yang kita lakukan dalam menghadapi kasus ini?
Tahun 2014 ini adalah tahun penuh dengan berpacu, para caleg berpacu untuk menjadi anggota legislatif, capres berpacu untuk menjadi presiden bahkan di tingkat international Spanyol berusaha mempertahankan gelar juaranya di piala dunia. Belanda yang 3 kali menjadi finalis piala dunia tahun ini pun berusaha untuk menjadi juara, Brazil sebagai tuan rumah juga berpacu untuk menjadi juara.
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sebagai organisasi dakwah tidak tinggal diam. LDII juga berpacu dengan program pembinaan generasi mudanya berusaha mengembalikan peran pemuda pada rel yang benar. Sebagai wujud konkritnya adalah Pembinaan LDII kepada remaja saat malam pergantian tahun dengan cara positif.
LDII di berbagai wilayah seantero nusantara kompak membina pemuda Indonesia. LDII mempersiapkan pemuda Indonesia menjadi generasi emas. LDII mencetak generasi profesional religius.
LDII memiliki program yang dinamai “Tri Sukses Generasi Penerus”. Yaitu membentuk pemuda menjadi sosok yang alim/fakih, berakhlakul karimah dan mandiri.
Untuk mewujudkan tiga rencana besar tersebut maka LDII giat melakukan pembinaan. LDII memulai pembinaanya dari level akar rumput (grassroot). LDII mendidik pemuda mulai dari tingkatan Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Cabang (PC), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), hingga tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Untuk memperlancar tujuan mulia tersebut, LDII membentuk Penggerak Pembina Generus (PPG).
Dalam hal pembinaan karakter, LDII rutin mengupas hadis-hadis besar yang menjelaskan tata krama ala Rosululloh SAW. LDII mempelajari Hadis Sohih Bukhori, Sohih Muslim, Sunan Nasa’i, Sunan Abu Dawud, Sunan Termidzi, dan Sunan Ibnu Majah. Tahun 2014 ini semua warga LDII secara nasional berpacu untuk mengadakan asrama pengajian Hadits Ibnu Majah Jilid III.
Pembinaan kemandirian juga selalu LDII lakukan. Mulai dari pelatihan kewirausahaan, penyuluhan kesehatan, workshop hijab syar’i, sepak bola, pramuka, workshop Information and Computer Technology (ICT), silat, Camping Cinta Alam Indonesia dll.
LDII setahun sekali rutin mengadakan perkemahan nasional. Perkemahan yang berlabel Camping Cinta Alam Indonesia (CAI) digelar di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Kumbokarno, Jombang, Jawa Timur. Pekemahan tersebut dihadiri oleh utusan seluruh kabupaten/kota seluruh Indonesia. Ditambah lagi utusan dari luar negeri. Begitupula pada tingkat DPD, LDII juga mengadakan camping CAI.
LDII memegang slogan : kecil terbina, remaja terjaga,muda berkarya, keluarga bahagia, tua bersahaja, mati masuk surga. LDII menolak kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga. Pada faktanya Pemuda binaan LDII menjadi trend setter bagi generasi penerus bangsa secara umum. Semoga dengan pembinaan yang intensif dan berkesinambungan generasi penerus Indonesia dapat menjadi pemuda yang berubah kearah yang positif kedepannya. Menjadi harapan bersama, pemuda Indonesia dapat menjadi pemuda yang cerdas, santun, dan mandiri. (Dimuat daam bentuk opini di Radar Jember, 12 Januari 2014)
Sumber: ldii
Jika ditotal, jumlah pemuda Indonesia mencapai 65 juta jiwa dari 250 juta penduduk Indonesia. Suatu angka yang fantastis.
Publik menilai, saat ini pemuda Indonesia masih berada di persimpangan jalan. Pemuda Indonesia belum sepenuhnya memberi inspirasi perubahan. Apa pasal? Saat ini pemuda Indonesia dinilai sepenuhnya belum memberikan kontribusi bagi bangsa dan negara. Sebaliknya, sebagian pemuda Indonesia malah menjadi beban negara.
Bagaimana tidak? Dari data yang tercatat, pemuda Indonesia yang terjerat kasus narkoba sebanyak 26,4 persen. Catatan kepolisian, pelaku narkoba pada triwulan I-2012 adalah pemuda, baik sebagai pengedar maupun pengguna. Ditambah lagi rendahnya akhlak pemuda kita yang angkanya mencapai 15,5 persen. (Kompas, 28/10/2013).
Tengoklah berita yang disajikan oleh media cetak maupun elektronik akhir-akhir ini. Kasus yang menyeret nama pemuda begitu tampak dipelupuk mata. Mulai dari perkelahian pelajar dan mahasiswa. Tak terkecuali seks bebas yang telah melanda remaja SMA dan SMA. Bahkan, data KPAI, 6 dari 10 pelajar kita tidak perawan lagi. Sungguh miris.
Baru-baru ini pun terungkap kasus video tak senonoh yang melibatkan siswa dan siswi SMP. Ada pula penyiraman air keras, pembunuhan sadis, miras, pencurian dan kejahatan lain.
Kebanyakan kasus yang terjadi menyinggung kelompok usia produktif. Lantas apa yang kita lakukan dalam menghadapi kasus ini?
Tahun 2014 ini adalah tahun penuh dengan berpacu, para caleg berpacu untuk menjadi anggota legislatif, capres berpacu untuk menjadi presiden bahkan di tingkat international Spanyol berusaha mempertahankan gelar juaranya di piala dunia. Belanda yang 3 kali menjadi finalis piala dunia tahun ini pun berusaha untuk menjadi juara, Brazil sebagai tuan rumah juga berpacu untuk menjadi juara.
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sebagai organisasi dakwah tidak tinggal diam. LDII juga berpacu dengan program pembinaan generasi mudanya berusaha mengembalikan peran pemuda pada rel yang benar. Sebagai wujud konkritnya adalah Pembinaan LDII kepada remaja saat malam pergantian tahun dengan cara positif.
LDII di berbagai wilayah seantero nusantara kompak membina pemuda Indonesia. LDII mempersiapkan pemuda Indonesia menjadi generasi emas. LDII mencetak generasi profesional religius.
LDII memiliki program yang dinamai “Tri Sukses Generasi Penerus”. Yaitu membentuk pemuda menjadi sosok yang alim/fakih, berakhlakul karimah dan mandiri.
Untuk mewujudkan tiga rencana besar tersebut maka LDII giat melakukan pembinaan. LDII memulai pembinaanya dari level akar rumput (grassroot). LDII mendidik pemuda mulai dari tingkatan Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Cabang (PC), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Dewan Pimpinan Wilayah (DPW), hingga tingkat Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Untuk memperlancar tujuan mulia tersebut, LDII membentuk Penggerak Pembina Generus (PPG).
Dalam hal pembinaan karakter, LDII rutin mengupas hadis-hadis besar yang menjelaskan tata krama ala Rosululloh SAW. LDII mempelajari Hadis Sohih Bukhori, Sohih Muslim, Sunan Nasa’i, Sunan Abu Dawud, Sunan Termidzi, dan Sunan Ibnu Majah. Tahun 2014 ini semua warga LDII secara nasional berpacu untuk mengadakan asrama pengajian Hadits Ibnu Majah Jilid III.
Pembinaan kemandirian juga selalu LDII lakukan. Mulai dari pelatihan kewirausahaan, penyuluhan kesehatan, workshop hijab syar’i, sepak bola, pramuka, workshop Information and Computer Technology (ICT), silat, Camping Cinta Alam Indonesia dll.
LDII setahun sekali rutin mengadakan perkemahan nasional. Perkemahan yang berlabel Camping Cinta Alam Indonesia (CAI) digelar di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Kumbokarno, Jombang, Jawa Timur. Pekemahan tersebut dihadiri oleh utusan seluruh kabupaten/kota seluruh Indonesia. Ditambah lagi utusan dari luar negeri. Begitupula pada tingkat DPD, LDII juga mengadakan camping CAI.
LDII memegang slogan : kecil terbina, remaja terjaga,muda berkarya, keluarga bahagia, tua bersahaja, mati masuk surga. LDII menolak kecil dimanja, muda foya-foya, tua kaya raya, mati masuk surga. Pada faktanya Pemuda binaan LDII menjadi trend setter bagi generasi penerus bangsa secara umum. Semoga dengan pembinaan yang intensif dan berkesinambungan generasi penerus Indonesia dapat menjadi pemuda yang berubah kearah yang positif kedepannya. Menjadi harapan bersama, pemuda Indonesia dapat menjadi pemuda yang cerdas, santun, dan mandiri. (Dimuat daam bentuk opini di Radar Jember, 12 Januari 2014)
Sumber: ldii
LDIIMetro - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, meminta kepada Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) ikut serta mengawasi proyek pembangunan di daerah masing-masing.
Hal ini sejalan dengan jumlah anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) tersebut yang cukup besar.
Dikatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng kini masih terus mengebut proses pembangunan mencakup infrastruktur, instansi sekolah hingga pembenahan sektor birokrasi. “Maka dari itu, kami minta seluruh elemen masyarakat Jateng khususnya kalangan LDII supaya ikut mengawasi proses pembangunan di setiap daerah,” kata Gubernur di hadapan puluhan ribu jemaah pengajian akbar LDII se eks-Karesidenan Surakarta, di Lapangan Kottabarat, Minggu (24/11) pagi (bukan Minggu malam seperti ditulis sebelumnya-red).
Dukungan untuk program Pemprov tersebut, menurutnya bisa dilakukan dengan ikut serta mengawasi dan memantau pengerjaan seluruh proyek yang ada di daerah. Salah satunya, dengan melaporkan dugaan penyimpangan proyek kepada pihak Pemprov melalui media sosial macam Twitter dan lain sebagainya.
“Para jemaah LDII yang hadir dalam kesempatan kali ini maupun masyarakat Solo lainnya silakan mengakses akun saya di Twitter untuk mengadukan segala jenis indikasi penyimpangan proyek pembangunan,” tegas dia.
Sementara Ketua DPR RI, Marzuki Alie, mengimbau kepada para anggota LDII untuk ikut menjaga kerukunan antar-umat beragama. “Kami minta bersama menjaga kondusivitas keamanan lingkungan. Apalagi, sesuai Sabda Rasullah SAW, sesama ikhwanul muslimin harus meningkatkan toleransi agar umat Islam tidak terpecah belah,” terangnya.
Seksi Lembaga Dakwah LDII Surakarta, Sutiyono, menambahkan, kegiatan ini, juga dihadiri Abdullah Sam, Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia beserta seluruh pengurus lembaga tersebut. “Kami meminta kepada generasi muda lokal untuk meningkatkan karakter dan jiwa kepemimpinan mereka,” ucapnya. Fariz Fardianto.\
Sumber : LDII dan http://joglosemar.co
Hal ini sejalan dengan jumlah anggota Organisasi Masyarakat (Ormas) tersebut yang cukup besar.
Dikatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng kini masih terus mengebut proses pembangunan mencakup infrastruktur, instansi sekolah hingga pembenahan sektor birokrasi. “Maka dari itu, kami minta seluruh elemen masyarakat Jateng khususnya kalangan LDII supaya ikut mengawasi proses pembangunan di setiap daerah,” kata Gubernur di hadapan puluhan ribu jemaah pengajian akbar LDII se eks-Karesidenan Surakarta, di Lapangan Kottabarat, Minggu (24/11) pagi (bukan Minggu malam seperti ditulis sebelumnya-red).
Dukungan untuk program Pemprov tersebut, menurutnya bisa dilakukan dengan ikut serta mengawasi dan memantau pengerjaan seluruh proyek yang ada di daerah. Salah satunya, dengan melaporkan dugaan penyimpangan proyek kepada pihak Pemprov melalui media sosial macam Twitter dan lain sebagainya.
“Para jemaah LDII yang hadir dalam kesempatan kali ini maupun masyarakat Solo lainnya silakan mengakses akun saya di Twitter untuk mengadukan segala jenis indikasi penyimpangan proyek pembangunan,” tegas dia.
Sementara Ketua DPR RI, Marzuki Alie, mengimbau kepada para anggota LDII untuk ikut menjaga kerukunan antar-umat beragama. “Kami minta bersama menjaga kondusivitas keamanan lingkungan. Apalagi, sesuai Sabda Rasullah SAW, sesama ikhwanul muslimin harus meningkatkan toleransi agar umat Islam tidak terpecah belah,” terangnya.
Seksi Lembaga Dakwah LDII Surakarta, Sutiyono, menambahkan, kegiatan ini, juga dihadiri Abdullah Sam, Ketua Umum Lembaga Dakwah Islam Indonesia beserta seluruh pengurus lembaga tersebut. “Kami meminta kepada generasi muda lokal untuk meningkatkan karakter dan jiwa kepemimpinan mereka,” ucapnya. Fariz Fardianto.\
Sumber : LDII dan http://joglosemar.co
Kedisiplinan Sangatlah Bermanfaat - Manfaat Kedisiplinan memang banyak sekali, salah satunya memang diperuntukan untuk diri kita sendiri. Disiplin, merupakan kesadaran untuk mentaati/mematuhi semua peraturan dan norma yang berlaku di dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pembentukan disiplin diri adalah suatu proses penyatuan sikap atau tindakan dan merupakan mekanisme koordinasi yang baik antara keyakinan ( iman ), pemikiran dan gerakan jasmani terutama panca indera.
Cepat lambat proses ini sangat tergantung pada besar kecilnya kadar keimanan yang ada pada diri itu sendiri. Kadar keimanan yang rendah bisa tumbuh menjadi tinggi apabila terus diberikan pembinaan melalui pemahaman ilmu quran dan hadist dengan cara mengaji dan menerima nasihat-nasihat agama secara quran dan hadist. Berarti adanya keimanan yang kuat pada diri seseorang diperlukan dimensi waktu dalam perjalanan suatu proses, sehingga pada suatu saat atau kondisi tertentu tercapainya suatu diri yang selalu taat dan patuh terhadap ketentuan yang diatur dalam quran dan hadits serta ketentuan yang berlaku di masyarakat dan diatur dalam ketentuan pemerintah.
Tujuan dan sasaran hidup dalam kaitannya dengan disiplin diri
Dalam kaitannya dengan disiplin diri, perlu kita ketahui bahwa manusia hidup di dunia ini, baik secara individu, kelompok atau kelompok yang lebih besar yang biasanya dalam bentuk organisasi selalu memiliki cita-cita dan ada keinginan untuk mewujudkan cita-cita tersebut yang dirakit dalam bentuk tujuan. Tetapi sebelum tujuan ini muncul, manusia ini biasanya terlebih dahulu dihadapkan dengan masalah-masalah seperti menyangkut bidang pangan, papan dan sandang serta kehidupan lainnya, baik itu secara individual maupun secara berkelompok. Selanjutnya manusia baru merumuskan tujuannya. Apa itu tujuan dan sasarannya ? tujuan adalah suatu kondisi dan atau tempat yang ingin dicapai pada waktu yang akan dating. Adapaun sasaran lebih banyak diartikan strategi yang akan dicapai, jadi lebih kuantitatif sehingga bisa diukur dan diuji.
Manusia memiliki tujuan ini beraneka ragam, kadang-kadang tujuan masing-masing bertentangan karena memang kondisinya berbeda, tetapi tidak sedikit dengan kondisi dan latar belakang yang sama memiliki tujuan yang sama pula. Kelompok manusia yang memiliki tujuan yang sama ini bergabung dalam keeratan hubungan sosial yagn tinggi dan membentuk apa yang disebut organisasi. Jadi manusia berorganisasi memberikan cirri bahwa kelompok tersebut memiliki :
- Tujuan yang sama
- Tingkat kebersamaan dan sosialisasi yang tinggi
- Tingkat peradaban yang tinggi
- Sumber kekuatan yang potensial
Bagaimana organisasi tersebut dapat mencapai tujuan ? manusia dalam organisasi ini mulai menata potensi yang dimiliki dan membuat ketentuan-ketentuan atau aturan main bagi para pelaku organisasi yang dirumuskan dan dibahas sehingga memperoleh persepsi yang sama dan akhirnya terwujudlah kesepakatan-kesepakatan yang harus ditaati bersama. Berarti para pelaku organisasi dalam kiprahnya sehari-hari sudah melekatkan dirinya dengan ketentuan-ketentuan/kesepakatan tersebut. Dengan demikian modal dasar pemilikan disiplin diri para pelaku organisasi sangat dituntut keberadaan dan pemberdayaanny, tanpa ini tujuan organisasi tersebut tidak akan tercapai.
Disiplin diri yang kuat sebagai modal dasar untuk mencapai tujuan hidup yang haqiqi
Disiplin diri yang kuat hanya bisa terwujud bila tumbuhnya disiplin tersebut didasarkan pada keimanan. Kita sebagai seorang muslim iman kepada quran sebagai firmannya allah dan hadist sebagai sabdanya rasulullah saw, disiplin diri diwujudkan dalam bentuk kehidupan sehari-hari seperti mentaati aturan dan waktu sholat, puasa, zakat, ibadah haji, menuntut ilmu ( quran dan hadits ) dengan kehidupan lainnya secara quran dan hadits.
3 Kunci Kesuksesan Generus LDII - LDII mempunyai 3 kunci dalam meraih kesuksesan, biasa disebut tri sukses generus LDII, ini merupakan hal yang memang sangat dibutuhkan dalam generus LDII. generus LDII wajib dibina sedini mungkin agar target dalam mencapai Tri Sukses Generus ini bisa tercapai pada setiap Generus LDII.
Generasi penerus yang inilah yang akan meneruskan tongkat estafet perjuangan agama maupun memperjuangkan kehidupan pribadi sebagai makhluk sosial yang akan hidup di tengah masyarakat.. Dan ini dapat terlaksana apabila generasi penerus merupakan generasi yang ideal apabila berhasil memenuhi tiga kriteria yaitu :
1. Memiliki Akhlaqul karimah (berkelakuan baik/budi luhur)
Salah satu misi Rosululloh adalah menyempurnakan akhlak yang mulia dan beliau sendiri telah menunjukkan keteladanannya kepada umatnya dengan akhlaqul karimah di dalam memimpin umat, menjalankan dan menyiarkan agama Alloh. Oleh sebab itu sudah selayaknya sebagai generasi penerus Muslim harus memiliki akhlaqul karimah dan menghindari su’ul khuluq (Akhlak yang jelek). Akhlak yang mulia adalah akhlaknya orang iman, akhlaknya ahli surga dan akhlak yang dicintai oleh Alloh. Dengan akhlak yang mulia remaja sebagai generasi penerus akan menjadi orang yang terhormat dan kehadirannya akan diterima dengan baik oleh lingkungan masyarakat.
Al Qur’an surat Al Ahzaab ayat 21,
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا
Artinya :“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rosululloh itu suri tauladan yang baik (yaitu) bagi orang yang mengharap (ketemu) Alloh dan (kebahagiaan) di hari kiamat dan dia banyak dzikir kepada Alloh”
Al Qur’an surat Al Qolam ayat 4,
وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ
Artinya :“Sesungguhnya engkau (Muhammad) niscaya memiliki akhlak yang mulia”
انما بعثت لاءتمم صالح الاخلاق* رواه البخارى عن ابى هريرة
Artinya :“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia” (HR Bukhori dari Abi Huroiroh)
عليك بحسن الخلق فان احسن الناس خلقا احسنهم دينا رواه الطبراني عن معذ
Artinya : “Tetapilah ahlak yang baik, sesungguhnya manusia yang lebih baik akhlaknya lebih baik pula agamanya”
ان مكارم الاخلاق من اعمال اهل الجنة * رواه ابن ابي دنيا
Artinya :“Sesungguhnya akhlak yang mulia termasuk amalannya ahli syurga”
ان الله تعلى يحب مكارم الاخلاق ويبغض سفسافها * رواه ابن ابي دنيا
“Sesungguhnya Alloh yang maha luhur senang kepada akhlak yang mulia dan membenci akhlak yang hina”
ان الرجل ليدرك بحسن الخلق درحة القائم الصائم* رواه احمد عن عائشة
Artinya : “Sesungguhnya bagi seseorang, dengan akhlak yang baik akan mencapai derajat ahli sholat dan ahli puasa”
Sebagai contoh tentang akhlak yang baik dan mulia, baik menurut pandangan manusia maupun agama (Qur’an Hadits) adalah : berbicara dan berbahasa yang baik, tata krama, sopan santun, unggah ungguh, papan-emapan-adepan, jujur, amanah, bisa dipercaya, silaturrohim, menghormat dan mengagungkan kepada orang yang lebih tua, dan khususnya berbakti kepada orang tua dan berusaha untuk menyenangkan hati mereka, dan lain-lain. Adapun contoh budi pekerti yang jelek adalah : berdusta, menipu, ingkar janji (khianat), sombong, menghina, dengki, meremehkan, drengki, iri hati, dendam dan lain-lain perbuatan yang bisa merugikan diri sendiri maupun orang lain.
2. Alim dan Faham agama (Faqih)
Berpegang kepada sabda Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam, bahwa :
العلم حياة الاسلام وعماد الائميمان * رواه ابو الشيخ عن ابن عباس
Artinya :“Ilmu (Qur’an Hadits) adalah hidupnya Islam dan tiangnya keimanan”
تفقهوا قبل ان تسودوا * رواه البخاي
Artinya :“Mencarilah kepahaman (agama) sebelum kalian semua diserahi suatu tanggung jawab”
Maka tidak bisa ditawar lagi bahwa generasi penerus harus menjadi orang alim (memiliki ilmu Qur’an Hadits) dan memiliki kepahaman yang tinggi sebagai persyaratan utama untuk kelangsungan Qur’an Hadits ila. Sebab remaja yang bodoh dan tidak paham agama bukan ahlinya untuk diserahi tanggung jawab mengurus agama ini dan pasti akan merusak masa depan dan kelangsungan Qur’an Hadits. Lihat dalil-dalil dibawah ini:
ان الله لا يقبض العلم انتزاعا ينتزعه من العباد ولكن يقبض العلم بقبض العلماء حتى اذا لم يبق عالما التخذ الناس وئوس جهالا فسئلوا فافتوا بغير علم فضلوا واضلوا * رواه البخاى عن عبدالله ابن عمرو بن العاص
Artinya :“Sesungguhnya Alloh tidak akan mencabut ilmu yang telah diberikan kepada hambaNya dengan mencabut ilmu tersebut, akan tetapi Alloh mencabutnya dengan cara mewafatkan para ulama’. Sehingga manakala tidak tersisa seorang alim pun maka manusia mengangkat pemimpin orang-orang yang bodoh (tidak paham), ketika mereka (pemimpin bodoh) ditanya, maka mereka akan memberi fatwa tanpa dasar ilmu, maka mereka sesat dan meyesatkan”
اذا وسد الامر الى غير اهله فانتظر الساعة * رواه البخارى عن اب هريراة
Artinya : “Ketika suatu perkara diserahkan kepada yang bukan ahlinya, maka tunggulah saat (kerusakannya)”
3. Mempunyai ketrampilan untuk hidup mandiri
Generasi tua tentunya ingin meninggalkan generasi penerusnya dalam keadaan yang kuat, baik jasmani, rohani maupun ekonominya dan tidak ingin meninggalkan generasi penerusnya dalam keadaan yang lemah dan du’afa. Karena dengan dukungan ekonomi yang mantap, selain bisa untuk mencukupi keperluan hidupnya, urusan ibadah dan perjuangannya juga menjadi lebih lancar. Apalagi di zaman akhir seperti ini, baik urusan dunia maupun akhirat diperlukan biaya dan dana yang cukup banyak. Pepatah mengatakan Jer Basuki Mawa Beya. Selain itu jika remaja Islam bisa mandiri, maka mereka akan lebih percaya diri, karena tidak bergantung kepada orang lain dan pada akhirnya bisa lebih semangat dalam memperjuangkan Qur’an Hadits tanpa harus didikte dan dipengaruhi oleh orang lain yang tidak beriman. Lihat dalil-dalil di bawah ini :
انك ان تترك ورثتك اغنياء خير لهم من ان تتركهم عالة يتكففون الناس * رواه النسائي عن سعد
Artinya :“Sesungguhnya jika engkau meninggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya itu lebih baik daripada engkau meninggalkan ahli warismu dalam keadaan melarat dan meminta-minta kepada orang lain”
اذا كان في اخر الزمان لا بد للناس من الدراهم والدنانير يقيم الرجل بها دينه ودنياه * رواه الطبرانى عن المقدام
Artinya :“Ketika telah berada di zaman akhir, maka tidak bisa tidak (pasti) bagi manusia harus memiliki dirham-dirham dan dinar-dinar, untuk mengakkan agamanya dan dunianya dengan dirham-dirham dan dinar-dinar itu”
Untuk mencapai keberhasilan tersebut tentunya tidak lepas dari peranan berbagai pihak terutama peranana orang tua. Karena bagi orang tua mempunyai anak adalah amanat yang harus dididik dan diramut tentang agamanya dan akan dimintai pertanggungjawaban sampai dihadapan Alloh nanti. Di tangan orang tua watak dasar dan kepribadian anak akan terbentuk. Lihat dalil di bawah ini
كل انسان تلده امه على الفطرة وابواه بعد يهودانه وينصرانه ويمجسانه فان كانا مسلمين فمسلم * رواه مسلم عن ابى هريرة
Artinya :“Tiap-tiap manusia dilahirkan oleh ibunya atas fitroh (bersih dari dosa), kemudian setelah itu kedua orang tuanya yang menjadikan anak itu yahudi, nashroni, atau majusi. Jika kedua orang tuanya Islam, maka seharusnya anaknya juga Islam”
Dalam hal ini, kedua orang tua sudah semestinya paling termotivasi untuk membimbing dan mendidik kepada anak-anaknya. Orang tua sama sekali tidak boleh dayust, sembrono, embuh ora weruh terhadap pendidikan anak-anaknya. Orang tua harus mengontrol dan mengevaluasi proses pendidikan anak-anaknya untuk menjadi anak yang sholih dan sholihat. Perhatikan dalil-dalil di bawah ini :
ياايها الذين امنوا قوا انفسكم واهلكم نارا * سورة التحريم 6
Artinya :“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan ahli kalian dari api neraka…”
حق الولد على الوالد ان يعلمه الكتابة والسباحة والرماية وان لا يرزقه الا طيبا * رواه البيهقي عن ابي رافع
Artinya :“Kewajiban orang tua terhadap anaknya yaitu mengajarkan tulis menulis, berenang, memanah dan tidak memberi rezeki kecuali yang baik (halal)”
لان يؤدب الرجل ولده حير له من ان يتصدق بصاع * رواه الترم ذى عن جابر بن سمرة
Artinya :“Sesungguhnya bahwa seseorang memberi pelajaran budi pekerti kepada anaknya itu lebih baik baginya daripada mengeluarkan shodaqoh satu sho’.
مروا الصبي بالصلاة اذا بلغ سبع سنين واذا بلغ عشر سنين فاضربوه عليها * رواه ابو داود عن سمرة
Artinya :“Perintahlah anak kecil untuk mengerjakan sholat ketika menginjak umur 7 tahun, dan ketika telah berumur 10 tahun maka pukullah dia untuk mengerjakan sholat”
اربع من سعادت المرء ان تكون زوجته صالحة واولاده ابرارا وخلطاؤه صالحين وان يكون رزقه في بلده * رواه ابن عساكر عن على بن ابى الدنيا
Artinya :“Ada 4 (empat) perkara yang merupakan kebahagiaan/keberuntungan seseorang yaitu bahwa istrinya adalah wanita yang sholihat, anak-anaknya berkelakuan yang baik, teman bergaulnya yang sholih dan rezekinya (mata pencahariannya) di negeri sendiri”
اذا مات الانسان انقطع عنه عمله الا من ثلاثة اثياء من صدقة جارية او علم ينتفع به او ولد صالح يدعوله * رواه ابو داود عن ابي هريوة
Artinya :“Ketika manusia telah mati maka putuslah darinya semua amalnya kecuali tiga perkara. Yaitu : shodaqoh jariyah, ilmu yang dimanfaatkan dan anak yang sholih yang selalu mendoakan/memintakan ampun kepadanya”
Anak yang sholih sholihat merupakan tambang emas bagi kedua orang tuanya, baik di dunia maupun di akherat. Tetapi sebaliknya apabila orang tua lengah dan sembrono dalam mendidik mereka sehingga mereka akan menjadi anak yang durhaka. Semestinya anak menjadi permata hati akan berbalik menjadi musuh yang menyengsarakan di dunia dan akherat. Dalam hal ini Rosululloh pernah memberi peringatan dalam sebuah hadits :
ليس عدوك الذي ان قتلته كان لك نورا وان قتلك دخلت الجنة ولكن اعدى عدولك ولدك الذى خرج من صلبك ثم اعدى عدو لك مالك ال ى ملكت يمينك * رواه الطبرانى عن ابى مالك الاشعرى
Artinya : “Musuhmu bukanlah seseorang yang jika engkau bunuh maka bagimu adalah cahaya dan bukanlah seseorang yang jika membunuhmu maka engkau masuk syurga, tetapi musuhmu (yang paling besar) adalah anakmu yang keluar dari tulang rusukmu dan harta yang kamu miliki”
Peranan para pemimpin-pemimpin dalam memberikan dukungan, motivasi, perhatian dan keseriusan terhadap kegiatan-kegiatan generasi muda sangat menentukan juga di samping peranan orang tua. Nasehat-nasehat yang baik, yang menyejukkan dan yang dapat menambah semangat ibadah dan perjuangan juga sangat diharapkan.
Jajaran pengurus terutama para pengurus di tingkat takmir masjid harus dapat membantu dan memperkuat program yang diadakan untuk pembinaan generasi penerus. Sarana dan prasarana untuk kelancaran program pendidikan dan pembinaan ini sangat mempunyai arti yang cukup penting. Wahana-wahana yang sesuai dengan jiwa muda yang tetap dalam koridor tuntunan Qur’an Hadits perlu diperhatikan.
Peranan para ulama, muballigh dan muballighot sangat penting sekali, karena dari mereka para generasi muda menyerap ilmu Qur’an Hadits sebagai bekal untuk melaksanakan kewajiban ibadah dan perjuangan. Semangat, kesabaran, dan ketelatenannya dalam menyampaikan ilmunya, dan mampu memberikan contoh-contoh perilaku yang baik sehingga bisa menjadi panutan dan tokoh idola bagi para remaja dan generasi muda.
Peran serta para pakar pendidik sangat diharapkan bisa mengejawantahkan metode-metode dan model dalam pendidikan dan pembinaan generasi penerus yang baik, benar dan efektif sehingga ilmu-ilmu yang sudah jelas benarnya (Qur’an Hadits) dan jelas menguntungkan bisa diterima dengan senang hati, bangga dan penuh antusiasme oleh para remaja dan generasi muda dalam mencapai tujuan dan keberhasilan yang nyata sesuai dengan harapan.
DPP LDII Meminta Warganya Agar Tidak Golput - Ketua DPP LDII Chriswanto Santoso mengingatkan agar seluruh warga LDII tidak golput, “Tak terkecuali anak muda bahkan pemilih pemula juga harus menggunakan hak pilihnya,” ujar Chriswanto. Dia tak menafikkan bahwa golput adalah hak asasi, namun dengan golput sama halnya menyerahkan pengurus negeri ini kepada mereka yang tak berkualitas.
Dengan menggunakan hak pilih, bangsa Indonesia dapat menekan efek politik transaksional. “Karena mereka yang memiliki kesadaran politik, akan memilih calon yang berkualitas. Sebaliknya bila Anda golput, maka memberi kesempatan kepada calon yang tak berkualitas yang menang, karena mereka mampu membeli suara,” ujar Chriswanto. Akhirnya, Pemilu hanya menghasilkan keterpilihan wakil rakyat, bukan keterwakilan.
Chriswanto mengingatkan idealisme anak muda tidak cukup disimpan dengan mendiamkan keadaan, namun harus diwujudkan dengan memilih pemimpin atau wakil rakyat sesuai dengan ideologi atau kata hati, “Anak muda tak boleh diam, tapi melaksanakan idealismenya dengan praktik, salah satunya memilih dalam Pemilu,” tegas Chriswanto. Menurutnya golput sama halnya menyuburkan praktik transaksional dalam Pemilu.
Warga LDII yang tak menggunakan hak pilihnya, adalah warga negara yang tak bertanggung jawab. Bahkan golput lebih banyak mudarat dibanding manfaatnya. Chriswanto meminta, agar warga LDII melaksanakan proses Pemilu dengan bijak, arif, dan berbudi luhur untuk pengabdian kepada bangsa dan negara. Lantas bagaimana kriteria wakil rakyat dan pemimpin yang ideal?
“Pilihlah mereka yang mampu dan mau mewakili kita untuk lima tahun ke depan,” ujar Chriswanto. Selanjutnya, dia harus jujur, amanah, berakhlak baik, dan memiliki kompetensi untuk membangun bangsa dan negara. Terutama, merespons dengan cepat segala masalah bangsa, tutup Chriswanto.
Dengan menggunakan hak pilih, bangsa Indonesia dapat menekan efek politik transaksional. “Karena mereka yang memiliki kesadaran politik, akan memilih calon yang berkualitas. Sebaliknya bila Anda golput, maka memberi kesempatan kepada calon yang tak berkualitas yang menang, karena mereka mampu membeli suara,” ujar Chriswanto. Akhirnya, Pemilu hanya menghasilkan keterpilihan wakil rakyat, bukan keterwakilan.
Chriswanto mengingatkan idealisme anak muda tidak cukup disimpan dengan mendiamkan keadaan, namun harus diwujudkan dengan memilih pemimpin atau wakil rakyat sesuai dengan ideologi atau kata hati, “Anak muda tak boleh diam, tapi melaksanakan idealismenya dengan praktik, salah satunya memilih dalam Pemilu,” tegas Chriswanto. Menurutnya golput sama halnya menyuburkan praktik transaksional dalam Pemilu.
Warga LDII yang tak menggunakan hak pilihnya, adalah warga negara yang tak bertanggung jawab. Bahkan golput lebih banyak mudarat dibanding manfaatnya. Chriswanto meminta, agar warga LDII melaksanakan proses Pemilu dengan bijak, arif, dan berbudi luhur untuk pengabdian kepada bangsa dan negara. Lantas bagaimana kriteria wakil rakyat dan pemimpin yang ideal?
“Pilihlah mereka yang mampu dan mau mewakili kita untuk lima tahun ke depan,” ujar Chriswanto. Selanjutnya, dia harus jujur, amanah, berakhlak baik, dan memiliki kompetensi untuk membangun bangsa dan negara. Terutama, merespons dengan cepat segala masalah bangsa, tutup Chriswanto.
LDII Tidak Pernah Melakukan Bantahan Terhadap Hujatan - Mungkin banyak yang bertanya Mengapa LDII Tidak Pernah Melakukan Bantahan Terhadap Hujatan-hujatan yang telah dilontarkan di Media Masa seperti Buku, Internet dan lain-lain. Memang banyak yang mengangap LDII itu aliran sesat, atau LDII itu mengajarkan ilmu Islam yang salah.
Memang LDII tidak pernah menanggapi serius tentang hal itu, namun di tekankan kembali bahwa LDII itu bukan aliran sesat, MUI saja sudah membuat kriteria tentang Aliran Sesat, dan ternyata LDII itu tidak termasuk kedalam kriteria tersebut.
Jadi kenapa LDII tidak pernah melakukan bantahan terhadap hujatan, karena LDII mengedepankan tiga (3) prinsip ukhuwwah, yaitu: ukhuwwah Islamiyah, ukhuwwah basyariyah, dan ukhuwah wathoniah. LDII mempunyai suatu pandangan bahwa berbantah-bantahan lebih banyak madlorotnya daripada manfaatnya.
Simpel sekali bukan, kenapa LDII tidak melakukan bantahan terhadap hujatan-hujatan tersebut, nah jadi itulah jawaban mengapa LDII Tidak Pernah Melakukan Bantahan Terhadap Hujatan.
Islam LDII, Sejatinya Semua Ajaran Islam Itu Sama - Islam LDII, LDII merupakan Lembaga Dakwah Islam Indonesia. Merupakan organisasi kemasyarakatan yang independen, resmi dan legal yang mengikuti ketentuan UU No. 8 tahun 1985 tentang Organisasi Kemasyarakatan, Pasal 9, ayat (2), tanggal 4 April 1986 (Lembaran Negara RI 1986 nomor 24), serta pelaksanaannya meliputi PP No. 18 tahun 1986 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 5 tahun 1986 dan Aturan hukum lainnya. LDII, memiliki Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART), Program Kerja dan Pengurus mulai dari tingkat Pusat sampai dengan tingkat Desa. LDII sudah tercatat di Badan Kesatuan Bangsa dan Perlindungan Masyarakat (Bakesbang & Linmas) Departemen Dalam Negeri. LDII merupakan bagian komponen Bangsa Indonesia yang berada dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia Berdasarkan Pancasila dan UUD 45.
Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berdiri sesuai dengan cita-cita para ulama perintisnya yaitu sebagai wadah umat Islam untuk mempelajari, mengamalkan dan menyebarkan ajaran Islam secara murni berdasarkan Alquran dan Hadis, dengan latar belakang budaya masyarakat Indonesia, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945.
Islam LDII
Metode pengajaran Islam LDII pun sama saja dengan yang lain, LDII menggunakan metode pengajian tradisional, yaitu guru-guru yang berasal dari beberapa alumni pondok pesantren kenamaan, seperti: Pondok Pesantren Gontor di Ponorogo, Tebu Ireng di Jombang, Kebarongan di Banyuwangi, Langitan di Tuban, dll. Mereka bersama-sama mempelajari ataupun bermusyawaroh beberapa waktu terlebih dahulu sebelum menyampaikan pelajaran dari Alquran dan Hadis kepada para jama’ah pengajian rutin atau kepada para santriwan dan santriwati di pondok-pondok LDII, untuk menjaga supaya tidak terjadi kekeliruan dalam memberikan penjelasan tentang pemahaman Alquran dan Hadis. Kemudian guru mengajar murid secara langsung ( manquul ) baik bacaan, makna (diterjemahkan secara harfiyah), dan keterangan, dan untuk bacaan Alquran memakai ketentuan tajwid.
Apakah yang Dimaksud dengan “Manquul?” “Manquul” berasal dari bahasa Arab, yaitu “Naqola-Yanqulu”, yang artinya “pindah”. Maka ilmu yang manquul adalah ilmu yang dipindahkan / transfer dari guru kepada murid. Dengan kata lain, Manqul artinya berguru, yaitu terjadinya pemindahan ilmu dari guru kepada murid. Dasarnya adalah sabda Nabi Muhammad dalam Hadis Abu Daud, yang berbunyi:
Yang artinya: “Kamu sekalian mendengarkan dan didengarkan dari kamu sekalian dan didengar dari orang yang mendengarkan dari kamu sekalian”.
Dalam pelajaran tafsir, “Tafsir Manquul” berarti mentafsirkan suatu ayat Alquran dengan ayat Alquran lainnya, mentafsirkan ayat Alquran dengan Hadis, atau mentafsirkan Alquran dengan fatwa shohabat. Dalam ilmu Hadis, “manquul” berarti belajar Hadis dari guru yang mempunyai isnad (sandaran guru) sampai kepada Nabi Muhammad. Dasarnya adalah ucapan Abdulloh bin Mubarok dalam Muqoddimah Hadis Muslim, yang berbunyi: Yang artinya: “Isnad itu termasuk agama, seandainya tidak ada isnad niscaya orang akan berkata menurut sekehendaknya sendiri”.
Dengan mengaji yang benar yakni dengan cara manqul, musnad dan mutashil (persambungan dari guru ke guru berikutnya sampai kepada shohabat dan sampai kepada Nabi Muhammad), maka secepatnya kita dapat menguasai ilmu Alquran dan Hadis dengan mudah dan benar. Dengan demikian, kita segera dapat mengamalkan apa yang terkandung di dalam Alquran dan hadis sebagai pedoman ibadah kita. Dan sudah barang tentu penafsiran Alquran harus mengikuti apa yang telah ditafsirkan oleh Nabi Muhammad.
Islam LDII
Jadi apa yang terlintas di fikiran anda kalau masih menganggap LDII Aliran Sesat, maka buang jauh-jauh lah anggapan seperti itu, dalam ajaran Islam, memecah belah agama/golongan itu tidak baik hukumnya. Itu sudah jelas, jadi jangan pernah beranggapan bahwa LDII itu aliran sesat. Oke...
Mengungkap Kesesatan LDII - LDII Sesat dan LDII Bukan Termasuk Aliran Sesat, Sudah dijelaskan didalam LDII Kediri bahwa Pernyataan dalam betuk tulisan, suara, maupun record tentang kesesatan ldii itu semua tidak benar, bahkan itu adalah pernyataan yang menghasut dan sesat menyesatkan serta adu domba sesama muslim, sebab yang membuat pernyataan tersebut adalah orang yang notabenenya adalah orang islam itu sendiri. Jika mendapati hal tersebut segera di laporkan agar ada tabayun, jangan sampai yang belum tahu tentang ldii terpengaruh dengan hasutan tersebut. Di sini di jelaskan lagi bahwa :
Ldii bukan penerus ajaran islam jamaah dan tidak ada hubunganya dengan islam jamaah, tidak menganut sistem keamiran, tidak menganggap kafir atau najis orang lain, mau bekerja sama dengan ormas lain, tidak bersifat ekslusif ( tertutup ) tetapi terbuka.
Jadi surat keputusan kejaksaan agung tentang pelarangan terhadap islam jamaah itu tidak di alamatkan pada lemkari atau ldii, lemkari atau ldii tidak berhubungan dengan islam jamaah. Tidak menganut sistem keamiran akan tetapi memakai sistem ketua umum dan struktur organisasi di tingkat pusat sampai desa, DPP, DPW, DPD Kab/Kota, PC dan PAC. Tidak menganggap kafir atau najis orang lain, dengan latar belakang yang beragam tidak menganggap benar sendiri atau mengkafirkan orang lain dan tetap menghormati penganut ajaran lain serta mengajak dengan baik dan tidak memaksakan kehendak kepada orang lain. Sebagaimana yang di contohkan oleh rasululllah, rasulullah sendiri tetap menghormat kepada pamanya dan masih bergaul dengan baik.
Ldii bekerja sama dengan ormas atau lembaga lain dan tidak tertutup, banyak sekali interaksi dengan ormas ataupun lembaga lain dan berjalan lancar, dari tingkat pusat ( DPP ) sampai desa ( PAC) contoh bertukar pendapat dengan muhammadiyah, menjadi amirul haj bersama-sama dengan menteri agama pada tahun 2012, mengadakan pelatihan rukyah hilal bekerja sama dengan kementerian agama serta masih banyak lagi kegiatan kerjasama dengan ormas lain, dan kemarin ldii jawa timur menggelar diklat dakwah yang bekerja sama dengan IAIN Sunan Ampel Surabaya yang melibatkan para dai-dai ldii se-jawa timur.
Berikut ini materi dan jadwal Diklat Dakwah LDII
Para pemateri Diklat Dakwah ldii adalah orang-orang yang berkompeten dalam bidangnya.
Peran Dakwah IAIN tentang Pemberdayaan Masyarakat
- Prof. Dr. KH. Abd. A’la, M.Ag. ( Rektor IAIN SA )
Retorika Dakwah Kontekstual
- Prof. Dr. KH. Ali Aziz, M.Ag. ( Pembina Badan BAZ Jawa Timur )
Dialektika Dakwah Tansformatif dalam Bingkai Wawasan Kebangsaan
- Dr. H. Sahid HM, M.Ag. ( Dekan Fak. Syariah IAIN Sunan Ampel )
Manajemen Dakwah Berbasis Masjid
- Prof. Dr. H. Aswadi, M.Ag. ( Dekan Fak. Dakwah IAIN Sunan Ampel )
Fiqh Peradaban dalam Lintasan Sejarah
- Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni, M.A. ( Ketua PP Muhammadiyah )
Dakwah dengan Pendekatan Fiqh
- Prof. Dr. KH. Faishal Haq, M.Ag. ( Pengasuh Ponpes Al-Hikmah )
Peran Kemenag dalam Pengembangan Dakwah di Jatim
- Drs.H.Fachrur Rozi, MHI. ( Kabid Penais dan Zawa Kemenag Jatim )
Aktualisasi Dakwah Rasulullah dalam Kehidupan Kontemporer
- Drs. KH. Ilhamullah Sumarkan, M.Ag. ( Ketua PW LDNU Jawa Timur )
Fatwa MUI Sebagai Proses Sosialisasi Fiqh dan Dakwah
- Drs. KH. Abd. Shamad Bukhari. ( Ketua Umum MUI Jawa Timur )
Dakwah dengan Pendekatan Sosial Ekonomi
- Ir. H. Chriswanto Santoso, M.Sc. ( Ketua DPW LDII Jatim )
Kesesatan LDII Dalam Ibadah
Bukti kesesatan ldii dalam bentuk ibadah baik mahdoh maupun ghoiru mahdhoh tidak ada. Dalam ibadah warga ldii selalu mendasarkan pada dalil-dalil syar’i. Bahkan aktifitas warga ldii dalam pengajian-pengajian ldii seluruh Indonesia sangat padat, dari tingkat pusat DPP , DPW , DPD , PC , PAC , mulai dari usia paud sampai manula, contohnya pengajian paud hampir tiap pagi atau sore, pengajian caberawit hampir tiap sore, pengajian pra remaja, pengajian remaja, pengajian muda-mudi itu semua volumenya sangat padat sekali, belum lagi pengajian ibu-ibu, pengajian bapak-bapak dan pengajian umum jadi kesempatan warga ldii mendalami ilmu agama sangat luas sekali.
Warga ldii tidak ngepel rumah atau masjid ketika ldii dapat tamu. Itu salah besar kalau tidak percaya coba buktikan saja bertamu kerumah atau masjid-masjid ldii tidak ada kejadian seperti itu, kalaupun iya itu jadwal di pel, karena masjid-masjid ldii juga ada jadwal ngepel, di tempat saya sendiri waktu ngepel masjid itu hampir sebelum shalat 5 waktu, belum lagi ini musim hujan jadi sering sekali ngepel masjid.
Apakah warga ldii tidak mau bermakmum kepada orang lain ?
Itu tidak benar, penetapan imam dalam shalat, ldii mengikuti tuntunan dari rasulullah SAW : ” Yang paling berhak mengimami kaum adalah yang paling mahir di dalam membaca al-quran, jika dalam hal ini sama maka yang paling dahulu hijrahnya, jika dalam hal ini sama maka yang paling banyak mengetahui sunnahnya, jika dalam hal ini mereka sama maka yang paling tua usianya ” . Contoh nyata pada saat ibadah haji. Di makkah warga ldii sholat di belakang imam masjidil haram. Di mandinah warga ldii sholat di belakang imam masjid nabawi, dan di masjid-masjid lainya.
LDII Bukan Termasuk Aliran Sesat
Apakah LDII Termasuk Aliran Sesat ?
Jawab: TIDAK! Berdasarkan Keputusan MUI tentang Pedoman Identifikasi Aliran Sesat MUI tanggal 25 Syawal 1428 / 6 November 2007 tentang:
10 KRITERIA ALIRAN SESAT :
Jawab: TIDAK! Berdasarkan Keputusan MUI tentang Pedoman Identifikasi Aliran Sesat MUI tanggal 25 Syawal 1428 / 6 November 2007 tentang:
10 KRITERIA ALIRAN SESAT :
- Mengingkari salah satu dari RUKUN IMAN yang 6: iman kepada Alloh, , Malaikat, Kitab, Rosul & Hari Akhir, kepada Qodlo & Qodar, dan RUKUN ISLAM yang 5: Syahadat, Sholat, Zakat, Puasa, Haji
- Meyakini dan/atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dengan dalil SYAR’I (Al-Quran & As-Sunnah)
- Meyakini turunnya wahyu setelah Al-Quran
- Mengingkari otentisitas dan/atau kebenaran isi Al-Quran
- Melakukan penafsiran Al-Quran yang tidak berdasarkan kaidah-kaidah tafsir
- Mengingkari kedudukan hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam
- Menghina, melecehkan dan/atau merendahkan para Nabi dan Rosul
- Mengingkaari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi & Rasul terakhir
- Merubah, menambah dan/atau mengurangi pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh Syariah seperti haji tidak ke Baitulloh, shalat fardlu tidak 5 waktu
- Mengkafirkan sesama Muslim tanpa Syar’I seperti mengkafirkan Muslim hanya karena bukan kelompoknya.
LDII menyatakan “TIDAK” atas ke 10 Kriteria itu
MAKA:
Maka untuk pertanyaan Apakah LDII termasuk Aliran Sesat?
LDII TIDAK TERMASUK ALIRAN SESAT..!!!
Jadi,
LDII Menyepakati 1 Dzulhijah Jatuh 6 Oktober 2013 - LDII.or.id, LDII dan ormas Islam lainnya bersepakat dengan Kementerian Agama, bahwa 10 Dzulhijah jatu pada 15 Oktober. Artinya pada tanggal itu, seluruh umat Islam di Indonesia melaksanakan Hari Raya Idul Adha.
Pertimbangan yang diambil Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Abdul Djamil adalah beberapa daerah telah melaporkan penampakan di beberapa titik pemantauan rukyat di Indonesia dan pemaparan tim hisab Kemenag sudah sesuai dengan kriteria penetapan awal bulan Hijriah, yakni kriteria Imkanur rukyat dua derajat.
Hasil pengamatan atau rukyat ini memperkuat perhitungan kalender atau hisab yang dilakukan sebelumnya. Tim pemantau hilal LDII Di Pelabuhan Ratu misalnya, melaporkan tinggi hilal hasil perhitungan adalah 3,30 derajat dengan usia 10 jam 12 menit 36 detik. Menurut Abdul Djamil mengatakan hasil rukyat dan hisab ini sudah melampaui kriteria yakni tinggi hilal 2 derajat dan umur bulan 8 jam.
"Atas dasar perhitungan hisab lebih dari 2 derajat sudut elongasi lebih dari 3 derajat dan umur bulan lebih dari 8 jam serta pantauan rukyat yang berhasil melihat hilal, maka kami diputuskan awal Dzulhijah jatuh pada Ahad 6 Oktober 2013 dan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Selasa 15 Oktober 2013," ungkapnya.
Berbeda dengan awal Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 1 Syawal. Jatuhnya Hari Raya Idul Adha pada Selasa 15 Oktober 2013 adalah karena perhitungan Hari Raya Idul Adha jatuh pada 10 Dzulhijah atau sepuluh hari setelah awal Dzulhijah ditetapkan. Penetapan Hari Raya Idul Adha pada 15 Oktober juga disepakati oleh Malaysia, Brunei, dan Singapura.
Sebelumnya Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Mukhtar Ali mengatakan, sesuai perhitungan hisab, Ijtimak jatuh pada sabtu 5 oktober 2013 karena posisi hilal pada 4 derajat. Sedangkan dari pengamatan rukyat, di lokasi rukyat di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara hilal terlihat oleh para saksi yang telah diambil sumpahnya.
Dengan penetapan awal bulan Dzulhijah 1434 H ini, dia mengatakan hasil penetapan Itsbat sudah sesuai dengan ijtimak dari beberapa kalender ormas Islam seperti LDII, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Persis.
Pertimbangan yang diambil Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kemenag Abdul Djamil adalah beberapa daerah telah melaporkan penampakan di beberapa titik pemantauan rukyat di Indonesia dan pemaparan tim hisab Kemenag sudah sesuai dengan kriteria penetapan awal bulan Hijriah, yakni kriteria Imkanur rukyat dua derajat.
Hasil pengamatan atau rukyat ini memperkuat perhitungan kalender atau hisab yang dilakukan sebelumnya. Tim pemantau hilal LDII Di Pelabuhan Ratu misalnya, melaporkan tinggi hilal hasil perhitungan adalah 3,30 derajat dengan usia 10 jam 12 menit 36 detik. Menurut Abdul Djamil mengatakan hasil rukyat dan hisab ini sudah melampaui kriteria yakni tinggi hilal 2 derajat dan umur bulan 8 jam.
"Atas dasar perhitungan hisab lebih dari 2 derajat sudut elongasi lebih dari 3 derajat dan umur bulan lebih dari 8 jam serta pantauan rukyat yang berhasil melihat hilal, maka kami diputuskan awal Dzulhijah jatuh pada Ahad 6 Oktober 2013 dan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Selasa 15 Oktober 2013," ungkapnya.
Berbeda dengan awal Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada 1 Syawal. Jatuhnya Hari Raya Idul Adha pada Selasa 15 Oktober 2013 adalah karena perhitungan Hari Raya Idul Adha jatuh pada 10 Dzulhijah atau sepuluh hari setelah awal Dzulhijah ditetapkan. Penetapan Hari Raya Idul Adha pada 15 Oktober juga disepakati oleh Malaysia, Brunei, dan Singapura.
Sebelumnya Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag Mukhtar Ali mengatakan, sesuai perhitungan hisab, Ijtimak jatuh pada sabtu 5 oktober 2013 karena posisi hilal pada 4 derajat. Sedangkan dari pengamatan rukyat, di lokasi rukyat di Kabupaten Kolaka Sulawesi Tenggara hilal terlihat oleh para saksi yang telah diambil sumpahnya.
Dengan penetapan awal bulan Dzulhijah 1434 H ini, dia mengatakan hasil penetapan Itsbat sudah sesuai dengan ijtimak dari beberapa kalender ormas Islam seperti LDII, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), dan Persis.
Sidang isbat penentuan Hari raya Idul Adha ini dihadiri oleh para ahli astronomi dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), melibatkan tim hisab dan rukyat dari masyarakat dan ormas Islam seperti LDII, Nahdlatul Ulama, dan beberapa ormas islam lainnya. LDII mengutus anggota dewan pakar Yurinaldy Msi dan anggota Pendidikan Agama dan Dakwah DPP LDII Dwi Pramono.
Menurut Yurinaldy, LDII tidak hanya sekedar datang memenuhi undangan saja tetapi tetapi ikut peran aktif dalam proses penentuan hilalnya, “LDII menerjunkan satu tim yang ditempatkan di Anyer, Provinsi Banten untuk pengamatan,” ujar Yurinaldy. Ini merupakan tahun kedua LDII diundang dalam penentuan awal Dzulhijah.
Menurut Yurinaldy, LDII tidak hanya sekedar datang memenuhi undangan saja tetapi tetapi ikut peran aktif dalam proses penentuan hilalnya, “LDII menerjunkan satu tim yang ditempatkan di Anyer, Provinsi Banten untuk pengamatan,” ujar Yurinaldy. Ini merupakan tahun kedua LDII diundang dalam penentuan awal Dzulhijah.
LDII Bukan Termasuk Aliran Sesat - Kesesatan LDII itu tidak BENAR ! Mana Buktinya jika LDII itu termasuk Aliran Sesat , jika tidak bisa membuktikan bahwa LDII Sesat berarti itu hanya gosip saja. Jadi Jangan Takut LDII Bukan Aliran Sesat. Jika masih masih ada yang bertanya ..
Apakah LDII Termasuk Aliran Sesat ?
Jawab: TIDAK! Berdasarkan Keputusan MUI tentang Pedoman Identifikasi Aliran Sesat MUI tanggal 25 Syawal 1428 / 6 November 2007 tentang:
LDII Sesat , Itu Tidak Benar Dan Itu SALAH BESAR - LDII sering di cemooh dengan tuduhan yang memang tidak benar, banyak yang bilang LDII itu aliran tidak benar, LDII itu aliran Sesat, ketika di tanya LDII sesat nya dimana? kebanyakan orang hanya menjawab "Itu bekas sholat bekas saya di pel", yah jawaban seperti itu mah sudah basi, sekarang logika saja, anda sholat diwaktu sholat apa? wajar jika anda datang pas sholat ashar , karena memang itu jadwal pel pengurus masjid.
Disini kami menegaskan kembali bahwa LDII itu bukan aliran sesat. Kalau hanya ingin menjatuhkan nama baik LDII jangan menuduh sesat, coba anda yang dituduh sesat, bagaimana perasaannya?
LDII Tidak Jauh Beda Dengan Yang Lain - Lembaga Dakwah Islam Indonesia atau yang biasa kita kenal dengan LDII , LDII sekarang sudah banyak dikenal orang dengan ciri khas yang ada di ruang lingkup LDII, seperti masjid - masjid LDII yang ada dimana-mana dan terlihat sangat megah-megah, kemudian warga-warga LDII yang dikenal selalu ramah dan berprilaku baik, sehingga orang lain ketika di dekatnya/di lingkungannya akan merasa aman dan nyaman dan bahkan LDII sudah diakui oleh MUI, bukan karena Pengurus di MUI terdapat orang-orang LDII, tapi memang LDII itu Tidak Jauh Beda Dengan Yang Lain . dan harus di ingat bahwa LDII TIDAK SESAT.
Banyak sekali oknum-oknum yang ingin menjatuhkan nama baik LDII , entah apa yang ada dipikiran orang-orang tersebut. Bisa dikatakan mereka tidak senang dengan adanya LDII dan ingin membubarkan LDII. Ada istilah menyebutkan bahwa "IRI TANDA TAK MAMPU" yah mungkin itu istilah / pepatah yang pas untuk orang-orang yang tidak senang dengan LDII.
DPW LDII Lampung dan MUI Provinsi Lampung , menggelar i’tikaf bersama di masjid Hizbullah pada tanggal 29 Juli 2013 lalu. Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 500 orang terdiri dari tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, dan masyarakat sekitarnya.
Dalam kesempatan tersebut DPW LDII Lampung memberikan santunan kepada anak anak yatim, kaum dhuafa, dan para muballigh. Kegiatan seremonial ini menggambarkan bahwa LDII tetap peduli terhadap kondisi di sekitarnya (inklusif). Di sela-sela sambutannya, Ketua MUI Provinsi Lampung, KH. Mawardi AS, mengingatkan betapa pentingnya ukhuwah islamiyah. Bahkan kegiatan ibadah i’tikaf sendiri penuh dengan hikmah, karena di dalamnya terdapat Lailatul Qodar.
Apresiasi diberikan oleh Sekda Provinsi Lampung, H. Berlian Tihang MM, yang dalam sambutannya menyebut LDII merupakan ormas Islam yang peduli kaum dhuafa dan anak yatim. Disamping itu beliau berpesan agar LDII tetap melanjutkan paradigma barunya dan diharapkan terus berkontribusi positif terhadap masyarakat sekitarnya.
Dalam kesempatan tersebut DPW LDII Lampung memberikan santunan kepada anak anak yatim, kaum dhuafa, dan para muballigh. Kegiatan seremonial ini menggambarkan bahwa LDII tetap peduli terhadap kondisi di sekitarnya (inklusif). Di sela-sela sambutannya, Ketua MUI Provinsi Lampung, KH. Mawardi AS, mengingatkan betapa pentingnya ukhuwah islamiyah. Bahkan kegiatan ibadah i’tikaf sendiri penuh dengan hikmah, karena di dalamnya terdapat Lailatul Qodar.
Apresiasi diberikan oleh Sekda Provinsi Lampung, H. Berlian Tihang MM, yang dalam sambutannya menyebut LDII merupakan ormas Islam yang peduli kaum dhuafa dan anak yatim. Disamping itu beliau berpesan agar LDII tetap melanjutkan paradigma barunya dan diharapkan terus berkontribusi positif terhadap masyarakat sekitarnya.







.jpg)






